HOME  ⁄  Nasional

Satgas Pangan Polda Papua Mengimbau Pedagang Tidak Menimbun Minyak Goreng Bersubsidi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Satgas Pangan Polda Papua Mengimbau Pedagang Tidak Menimbun Minyak Goreng Bersubsidi
Foto: (Sumber : Kasatgas Pangan Polda Papua yang juga menjabat Dirkrimsus Polda Papua Kombes Rama Samtama Putra. (ANTARA/Evarukdijati).)

Pantau - Satuan Tugas Pangan Polda Papua mengimbau para pedagang agar tidak melakukan penimbunan maupun menaikkan harga minyak goreng bersubsidi, khususnya MinyaKita, yang dapat memicu kelangkaan di pasaran.

Satgas Pastikan Stok MinyaKita di Jayapura Aman

Kasatgas Pangan Polda Papua Kombes Rama Samtama Putra mengatakan tim melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan dan harga minyak goreng bersubsidi tetap terkendali.

"Monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditi tersebut sekaligus memantau harganya," ungkap Rama.

Ia menjelaskan imbauan kepada pedagang diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap praktik penimbunan barang.

Berdasarkan hasil pemantauan, persediaan minyak goreng bersubsidi di Jayapura dinilai aman dengan Bulog telah memasok sebanyak 90.000 liter MinyaKita.

"MinyaKita sebanyak lima kontainer sudah tiba di Jayapura sehingga persediaan aman," ujarnya.

Harga di Pasar Masih Bervariasi

Menurut Rama, pedagang yang bekerja sama dengan Bulog menjual MinyaKita sesuai harga eceran tertinggi sebesar Rp15.700 per liter, sedangkan di luar jaringan tersebut harga bervariasi hingga Rp20.000 per liter.

Sementara itu, seorang warga bernama Fatimah mengaku masih menemukan sebagian besar pedagang menjual MinyaKita dengan harga antara Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter.

Ia juga menyebut pedagang yang menjual sesuai harga eceran tertinggi memberlakukan pembatasan pembelian maksimal dua liter untuk setiap konsumen.

Penulis :
Aditya Yohan