HOME  ⁄  Nasional

Panglima Komando XXIV/Mandala Trikora Menegaskan TNI Membantah Dugaan Penculikan Mama Yasinta di Papua Selatan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Panglima Komando XXIV/Mandala Trikora Menegaskan TNI Membantah Dugaan Penculikan Mama Yasinta di Papua Selatan
Foto: Arsip foto - Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta saat menyambangi Polda Metro Jaya, Jumat 29/5/2026 (sumber: ANTARA/Ilham Kausar)

Pantau - Panglima Komando XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menegaskan bahwa TNI tidak terlibat dalam isu dugaan penculikan Yasinta Moiwend atau Mama Sinta serta membantah tuduhan yang menyebut institusinya melakukan penculikan terhadap perempuan tersebut.

Frits menyatakan tidak ada penculikan sebagaimana yang ramai diberitakan dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut terbantahkan oleh pengakuan Mama Yasinta sendiri.

Pengakuan Mama Yasinta Menjadi Dasar Penegasan

Frits mengungkapkan bahwa Mama Yasinta mengaku tidak pernah merasa diculik oleh pihak mana pun.

Ia juga menyampaikan bahwa Mama Yasinta tidak merasa mengalami intimidasi.

Menurut Frits, Mama Yasinta berada dalam kondisi aman dan sehat.

Ia menambahkan bahwa orang yang mengalami langsung peristiwa tersebut adalah Mama Yasinta sehingga keterangannya menjadi dasar penting dalam menilai situasi.

Frits mengatakan, “Mama Yasinta mengaku tidak pernah merasa diculik oleh pihak mana pun.”

Imbauan agar Tidak Mudah Terpengaruh Informasi Belum Terverifikasi

Frits berpendapat bahwa isu dugaan penculikan berkembang sangat cepat karena tidak ada pihak yang melakukan konfirmasi langsung kepada TNI.

Akibat kurangnya konfirmasi tersebut, menurutnya, muncul berbagai asumsi yang mengesankan seolah-olah TNI terlibat dalam peristiwa tersebut.

Ia menilai kondisi itu dapat mendorong masyarakat berspekulasi tanpa memperoleh informasi yang berimbang.

Frits menegaskan bahwa asumsi mengenai keterlibatan TNI perlu diluruskan apabila tidak didasarkan pada fakta yang telah dikonfirmasi.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang publik.

Frits juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Dengan penegasan tersebut, ia berharap polemik mengenai Mama Sinta tidak berkembang menjadi disinformasi dan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi tidak mengganggu stabilitas, khususnya di wilayah Papua Selatan.

Penulis :
Leon Weldrick