HOME  ⁄  Ekonomi

BP Tapera Mencatat Penyaluran FLPP Capai 77.532 Unit hingga Juni 2026 dan Didominasi Generasi Muda

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BP Tapera Mencatat Penyaluran FLPP Capai 77.532 Unit hingga Juni 2026 dan Didominasi Generasi Muda
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Perumahan bersubsidi)

Pantau - BP Tapera mencatat realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi hingga 11 Juni 2026 mencapai 77.532 unit atau setara 22,15 persen dari target pemerintah tahun 2026 sebanyak 350.000 unit rumah subsidi.

Penyaluran FLPP Tunjukkan Tren Positif

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyatakan penyaluran bantuan pembiayaan rumah subsidi melalui skema FLPP terus menunjukkan tren positif. Heru mengungkapkan, “Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi.” Ia menambahkan, “Tentunya hal ini kami lakukan melalui kolaborasi dengan para mitra kerja seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perbankan, hingga Asosiasi Pengembang Perumahan.”

Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dengan 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah tersebar di 8.859 perumahan subsidi dengan melibatkan 9.163 pengembang. Program tersebut telah menjangkau 375 kabupaten dan kota di 35 provinsi di Indonesia.

Dari sisi perbankan, Bank BTN menjadi penyalur FLPP terbesar dengan realisasi 37.657 unit rumah atau 48,56 persen dari total penyaluran. Bank Syariah Nasional menyalurkan 19.088 unit atau 24,61 persen dari total penyaluran. Bank BRI mencatat penyaluran 6.275 unit atau 8,09 persen. Bank BNI merealisasikan 5.608 unit atau 7,23 persen. Bank Mandiri menyalurkan 2.755 unit atau 3,55 persen. Sebanyak 7,96 persen sisanya berasal dari bank-bank penyalur FLPP lainnya.

REI dan Pekerja Swasta Mendominasi Penerima Manfaat

Dari sisi asosiasi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) mencatat realisasi tertinggi dengan 32.026 unit rumah atau 41,3 persen dari total penyaluran FLPP. Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyumbang 23.048 unit atau 29,72 persen.

Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) merealisasikan 10.426 unit atau 13,44 persen. Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) menyumbang 3.532 unit atau 4,55 persen. PI mencatat realisasi sebanyak 2.475 unit atau 3,19 persen. Sekitar 7,8 persen sisanya berasal dari asosiasi pengembang lainnya.

Berdasarkan data BP Tapera, kelompok usia 19 hingga 25 tahun menjadi penerima manfaat FLPP terbesar dengan memperoleh 28.060 unit rumah atau 36,19 persen dari total penyaluran nasional tahun ini. Data tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memiliki rumah pertama melalui skema pembiayaan bersubsidi. Berdasarkan jenis pekerjaan, pekerja swasta menjadi kelompok penerima FLPP terbesar dengan 52.592 unit atau 67,83 persen dari total penyaluran. Kelompok wiraswasta memperoleh 12.699 unit atau 16,38 persen. Pegawai Negeri Sipil memperoleh 6.343 unit atau 8,18 persen. Kelompok pekerjaan lainnya memperoleh 4.723 unit atau 6,09 persen. Personel TNI dan Polri memperoleh 1.175 unit atau 1,52 persen.

Heru Pudyo Nugroho optimistis penyaluran FLPP akan terus meningkat setiap bulan. BP Tapera secara rutin melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur serta asosiasi pengembang untuk memastikan target penyaluran dapat tercapai.

Penulis :
Gerry Eka