
Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan pelaksanaan Akad Massal Rumah Subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi wujud kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Maruarar mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan program perumahan nasional, termasuk BP Tapera, perbankan, dan pengembang.
Ia mengungkapkan, “Terima kasih kepada seluruh ekosistem perumahan yang terus bekerja sama mendukung berbagai program pemerintah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Dari BP Tapera juga sudah disiapkan data penerima secara lengkap, by name by address, sehingga pelaksanaannya benar-benar siap.”
Maruarar menyebut BP Tapera terus menunjukkan peningkatan kinerja dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Pada 2025, realisasi penyaluran FLPP mencapai 278.868 unit rumah yang menjadi capaian tertinggi sepanjang penyelenggaraan program tersebut.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan kuatnya sinergi pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang dalam memperluas kepemilikan rumah subsidi.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pelaksanaan akad massal di Batang merupakan kegiatan ketiga setelah sebelumnya digelar di Cileungsi pada September 2025 dengan 26.000 unit rumah subsidi dan di Serang pada Desember 2025 sebanyak 50.030 unit.
Ia mengungkapkan, “Momentum ini menjadi penyelenggaraan akad massal FLPP yang ketiga. Kami berharap pelaksanaan di Batang dapat berjalan lancar dan semakin memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi.”
BP Tapera menjadwalkan akad massal dan serah terima kunci sebanyak 62.000 KPR Rumah Subsidi serta penyaluran KUR Perumahan senilai Rp880 miliar di Kabupaten Batang.
Program tersebut disebut menunjukkan bahwa pembiayaan rumah subsidi bersifat inklusif dengan menjangkau masyarakat hingga wilayah pedesaan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



