HOME  ⁄  Ekonomi

Proyek MRT Lebak Bulus–Kota Diharapkan Memperkenalkan Kearifan Lokal Glodok dan Kota Tua

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Proyek MRT Lebak Bulus–Kota Diharapkan Memperkenalkan Kearifan Lokal Glodok dan Kota Tua
Foto: (Sumber : Diskusi sejarah Uncovering Glodok di Kota Tua yang diselenggarakan Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), Jakarta, Minggu (14/6/2026)

Pantau - Proyek MRT Jakarta rute Lebak Bulus–Kota diharapkan tidak hanya menjadi sarana transportasi publik, tetapi juga berperan memperkenalkan sejarah, budaya, dan komunitas lokal di kawasan Glodok serta Kota Tua, dengan penyelesaiannya masih diprioritaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan ditargetkan rampung pada awal 2029.

MRT Didorong Menjadi Media Informasi Budaya

Kontributor komunitas Gang-gangan, Gregorius Jasson, menyampaikan bahwa pengembangan MRT memiliki potensi untuk menghubungkan penumpang dengan berbagai aktivitas budaya di sekitar kawasan stasiun.

Ia mengungkapkan, "Diharapkan MRT ini tidak hanya sekadar transit buat turun naik penumpang, tetapi juga memperkenalkan kawasannya ini ada apa saja dan juga komunitas-komunitas lokalnya."

Menurut Jasson, informasi yang disampaikan melalui MRT dapat mencakup sejarah kawasan, agenda komunitas, hingga berbagai destinasi budaya yang dapat dikunjungi masyarakat.

Ia juga memberikan contoh penerapan konsep serupa di negara lain dengan mengatakan, "Salah satunya Malaysia, mereka memberikan informasi sejarah pecinan, termasuk di setiap gang dan di MRT, mereka ada instalasi sejarah."

Keberadaan informasi mengenai komunitas lokal dinilai dapat mendorong masyarakat berinteraksi lebih dekat dengan kawasan yang dikunjungi sehingga perjalanan menggunakan transportasi publik juga menghadirkan pengalaman budaya.

Glodok dan Kota Tua Dinilai Memiliki Warisan Sejarah yang Kaya

Pendiri Yayasan Kota Tua Jakarta, Dodi Riadi Darwis, menilai pengenalan budaya lokal menjadi hal penting karena Glodok dan Kota Tua memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Jakarta.

Ia menyatakan, "Kawasan tersebut menyimpan beragam warisan budaya, mulai dari tradisi masyarakat China, kuliner khas, hingga bangunan bersejarah yang masih bertahan hingga saat ini."

Dodi juga menyoroti kekayaan kuliner khas di kawasan tersebut, termasuk kopi es Tak Kie, kue keranjang, dan kue mangkok yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Tua.

Pada akhir diskusi disimpulkan bahwa peningkatan akses transportasi menuju kawasan bersejarah perlu diiringi dengan penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya.

Pengembangan MRT Jakarta menuju kawasan Kota, Glodok, dan Kota Tua pun diharapkan menjadi ruang yang memperkenalkan kearifan lokal serta sejarah yang membentuk wajah Jakarta hingga saat ini.

Penulis :
Gerry Eka