HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Proyeksikan Rupiah Berpotensi Menguat ke Rp17.500 per Dolar AS Seiring Meningkatnya Kepercayaan Pasar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekonom Proyeksikan Rupiah Berpotensi Menguat ke Rp17.500 per Dolar AS Seiring Meningkatnya Kepercayaan Pasar
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/am..)

Pantau - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi menguat hingga kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter Indonesia.

Kepercayaan Investor Dinilai Mulai Meningkat

Fakhrul mengungkapkan, “Saya memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan. Pasar mulai melihat bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor.”

Ia memperkirakan pergerakan rupiah berada di kisaran Rp17.450 hingga Rp17.650 per dolar AS dengan kecenderungan menguat.

Menurutnya, penguatan rupiah tidak hanya dipicu sentimen jangka pendek, tetapi juga ditopang oleh membaiknya ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi nasional setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat faktor eksternal dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan domestik.

Fakhrul menyebut komitmen otoritas moneter melalui kenaikan suku bunga kumulatif sebesar 75 basis poin, penyesuaian harga Pertamax, serta efisiensi anggaran pemerintah termasuk program Makan Bergizi Gratis menjadi fondasi utama yang memperkuat persepsi pasar.

Normalisasi Fiskal dan Faktor Global Jadi Pendorong

Fakhrul menjelaskan, “Pasar selama beberapa bulan terakhir menunggu bukti bahwa Indonesia bersedia melakukan normalisasi fiskal. Kini sinyal tersebut mulai terlihat. BI sudah bergerak melalui kenaikan suku bunga, sementara pemerintah mulai melakukan penyesuaian fiskal. Kombinasi inilah yang menjadi fondasi penguatan rupiah.”

Ia juga menilai respons pasar mulai terlihat nyata dengan rupiah menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbesar di Asia pada pekan sebelumnya.

Selain faktor domestik, Fakhrul memandang perkembangan geopolitik internasional turut memberikan sentimen positif terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ia mengatakan, “Apabila proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran terus bergerak ke arah yang positif, maka momentum penguatan rupiah dapat menjadi semakin kuat. Risiko geopolitik yang menurun biasanya akan mendorong investor kembali masuk ke aset-aset emerging markets, termasuk Indonesia.”

Fakhrul menambahkan bahwa konsistensi kebijakan fiskal dan moneter serta membaiknya situasi global berpotensi menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan penguatan terbaik di kawasan dalam waktu dekat.

Penulis :
Aditya Yohan