
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy meminta PT Bio Farma terus melakukan modernisasi agar mampu menghasilkan vaksin dengan teknologi terkini yang memenuhi standar World Health Organization (WHO), saat menerima audiensi Direktur Utama PT Bio Farma Shadiq Akasya di Jakarta.
Modernisasi Industri Vaksin Jadi Fokus
Rachmat Pambudy menegaskan modernisasi diperlukan agar kualitas produksi vaksin nasional dapat memenuhi standar yang diakui secara global.
“Bio Farma perlu terus melakukan modernisasi agar mampu menghasilkan vaksin dengan teknologi terkini yang memenuhi standar WHO, sehingga kualitas produksi vaksin tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga standar internasional yang diakui secara global,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kapasitas produksi vaksin yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, termasuk vaksin polio dan vaksin Human Papillomavirus (HPV).
Penguatan kapasitas produksi tersebut dinilai harus berjalan seiring dengan modernisasi fasilitas serta proses produksi agar produk vaksin Indonesia mampu memenuhi standar mutu global.
Sejalan dengan upaya itu, Bio Farma mengusulkan pembangunan fasilitas produksi vaksin baru sebagai bagian dari modernisasi industri vaksin nasional.
Usulan pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung penerapan teknologi produksi vaksin yang lebih mutakhir.
Fasilitas baru itu juga diharapkan memenuhi standar internasional dalam proses produksi sekaligus memperkuat kemampuan Indonesia memproduksi vaksin secara mandiri.
Dukungan untuk Program Eliminasi Kanker Serviks
Kepala Bappenas turut menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Eliminasi Kanker Serviks yang dijalankan Bio Farma bersama Kementerian Kesehatan dan mitra internasional sejak 2016.
Program tersebut telah diperluas menjadi program nasional pada 2023 dan direncanakan terus berlangsung hingga 2030.
Salah satu implementasi program itu dilakukan melalui pemberian vaksin HPV kepada anak usia sekolah.
“Intinya, kami mendukung program ini karena merupakan tugas dan amanat Presiden untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin sehat,” ujarnya.
Rachmat Pambudy juga menegaskan bahwa modernisasi industri vaksin penting untuk menjaga daya saing nasional sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia pada masa depan.
“Keberhasilan suatu Proyek Strategis Nasional tidak hanya ditentukan oleh perencanaannya, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan dan penyelesaiannya. Jadi, harus direncanakan dengan baik, dilakukan dengan baik, dan diselesaikan dengan baik,” tegasnya.
- Penulis :
- Shila Glorya
- Editor :
- Shila Glorya





