
Pantau - Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri meresmikan renovasi Istana Gebang di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, pada Senin dengan mengajak masyarakat menjadikan tempat tersebut sebagai ruang untuk meresapi semangat perjuangan Bung Karno.
Megawati memilih tidak membacakan naskah sambutan resmi yang telah disiapkan panitia dan menyampaikan pidato secara spontan karena merasa sedang berada di rumah kakeknya sendiri.
Ia mengungkapkan, “Ini tadinya saya sudah dibuatkan nih yang namanya sambutan, terus aku kok mikir... ini sambutan tak woco opo ora yo? Tapi kalau saya baca jadi formal. Enggak ah, ini di rumah Eyang Kakung. Aku langsung udah ngomong. Eyang Kakung, nyuwun sewu nggih, aku tak ngomong, ini ngomong hati nurani,” ungkapnya.
Megawati Tekankan Nilai Perjuangan Bung Karno
Megawati menegaskan bahwa Istana Gebang tidak hanya layak dipandang sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai pengingat perjuangan dan cita-cita bangsa.
Ia mengatakan, “Tempat ini bukan hanya untuk dikunjungi, tapi untuk diresapi. Saya merenung berhari-hari saat diminta membuka kembali Istana Gebang ini. Apa yang harus saya ceritakan? Apakah hanya tentang tempat tinggal masa kecil Bung Karno? Bukan, tapi tentang semangat perjuangan beliau,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Megawati mengungkapkan Bung Karno menghabiskan total 22 tahun masa mudanya di penjara dan pengasingan, termasuk di Ende, Bangka, dan Bengkulu, demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Ia menyampaikan, “Coba kalian bayangkan, siapa yang mau dipenjara? Siapa yang mau dibuang? Beliau bertahan karena yakin suatu hari negara ini akan ada,” katanya.
Megawati juga mengajak seluruh anak bangsa untuk terus menjaga kemerdekaan dengan mengingat perjuangan para pendiri bangsa.
Ia bertanya kepada para peserta, “Apakah kalian sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita tetap akan dijajah jika tidak waspada. Maukah kalian dijajah lagi?” yang kemudian dijawab serempak oleh ribuan peserta dengan jawaban, “Tidak!”
Sirine Peresmian dan Monumen Bung Karno Diresmikan
Peresmian renovasi bangunan berarsitektur kolonial tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Megawati yang didampingi putranya sekaligus Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, struktur DPD PDIP Jawa Timur, ribuan kader, dan masyarakat.
Setelah sirine dibunyikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan peresmian monumen patung Bung Karno setinggi 5 meter melalui penandatanganan prasasti oleh Megawati.
Patung karya seniman asal Bantul, Yogyakarta, Drs Gunadi, itu dihadirkan sebagai simbol visual yang mempertegas kehadiran spiritual dan rekam jejak pemikiran Sang Proklamator di Blitar serta melengkapi kawasan Istana Gebang sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologis.
Usai seremoni, Megawati bersama keluarga dan sejumlah sahabat dekat, termasuk Guru Besar Universitas St. Petersburg Rusia Connie Rahakundini Bakrie, berkeliling meninjau bagian dalam Istana Gebang.
Istana Gebang dikenal sebagai rumah tempat Bung Karno menghabiskan masa mudanya setelah keluarganya menempati bangunan tersebut sekitar tahun 1917 bersama ayahnya Raden Sukemi Sosrodiharjo, ibunya Ida Ayu Nyoman Rai, dan kakaknya Sukarmini.
Kompleks yang pertama kali didirikan pada 1884 bersamaan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar itu kemudian dibeli dari warga Belanda bernama C.H. Portier dan menjadi tempat lahirnya berbagai gagasan awal kebangsaan, perenungan atas penderitaan rakyat, serta pembentukan watak kepemimpinan Bung Karno.
- Penulis :
- Leon Weldrick





