
Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta Badan Standardisasi Nasional (BSN) memberikan perhatian lebih besar terhadap peningkatan kualitas dan pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperkuat daya saing nasional dan mendorong ekspor Indonesia.
Komisi VII Dorong Anggaran Berdampak Langsung bagi UMKM
Chusnunia menyampaikan bahwa setiap alokasi anggaran BSN seharusnya memberikan manfaat nyata bagi industri dan pelaku UMKM, bukan hanya menghasilkan dokumen standar atau sertifikasi.
“Komisi VII perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan tidak hanya menghasilkan dokumen standar, sertifikat, atau akreditasi, melainkan benar-benar meningkatkan daya saing industri nasional, memperkuat UMKM, melindungi konsumen, dan mendorong ekspor Indonesia,” ungkapnya.
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama BSN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, ia menilai paparan rencana anggaran masih didominasi belanja untuk dukungan manajemen.
“Kita justru ingin melihat roadmap BSN untuk meningkatkan proporsi anggaran yang langsung berdampak pada industri dan UMKM, karena amat sulit melihat target peningkatan daya saing nasional dapat dicapai jika porsi terbesar masih untuk belanja pegawai dan operasional,” katanya.
Standar Nasional Diharapkan Mendorong UMKM Naik Kelas
Menurut Chusnunia, keberhasilan BSN tidak hanya diukur dari banyaknya Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap penguatan ekonomi nasional.
Ia mendorong BSN terus membantu produk-produk UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar global.
“Kita ingin para pelaku UMKM harus menjadi pelaku utama sekaligus pihak yang menikmati hasil pertumbuhan ekonomi nasional karenanya dengan dukungan kebijakan yang tepat, ekosistem yang sehat, dan semangat kewirausahaan yang terus tumbuh, UMKM diyakini mampu menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera,” tuturnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti





