HOME  ⁄  Nasional

Marinus Gea Dorong Sistem Imigrasi Terintegrasi untuk Perkuat Pengawasan Warga Negara Asing

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Marinus Gea Dorong Sistem Imigrasi Terintegrasi untuk Perkuat Pengawasan Warga Negara Asing
Foto: (Sumber :Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea saat melakukan pertemuan dengan jajaran keimigrasian daerah dalam rangka Kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI di Provinsi Sumatera Utara, Jumat (12/6).)

Pantau - Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea meminta sistem keimigrasian nasional dibangun secara terintegrasi dan transparan guna memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di Indonesia saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, Jumat (12/6).

Pengawasan WNA Dinilai Memerlukan Data yang Terbuka

Marinus menegaskan bahwa Imigrasi memiliki peran penting sebagai penjaga pintu masuk dan keluar orang asing sekaligus institusi yang bertanggung jawab mengawasi aktivitas WNA untuk menjaga kedaulatan negara.

“Imigrasi ini adalah institusi penjaga gerbang masuk keluarnya orang asing di Indonesia dan juga institusi yang melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik serta aktivitas orang asing di Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara kita,” ujarnya.

Ia menilai data keimigrasian perlu disajikan secara lebih transparan dan dapat diakses secara optimal oleh petugas di berbagai daerah agar proses pengawasan berjalan efektif.

“Data yang disajikan selama ini sering memunculkan pertanyaan karena kita menduga masih ada ketidaktransparanan. Untuk itu perlu digitalisasi yang lebih transparan agar akses data bisa dilakukan secara nasional dan terintegrasi,” katanya.

Usulkan Dashboard Nasional Keimigrasian

Marinus menjelaskan bahwa distribusi data dari pusat hingga kantor wilayah dan kantor imigrasi daerah penting dilakukan mengingat pengawasan langsung terhadap aktivitas WNA berada di tingkat daerah.

Menurutnya, petugas perlu mengetahui riwayat perlintasan, lokasi tinggal, jenis izin, hingga status keberadaan setiap WNA secara real time melalui sistem digital yang terintegrasi.

“Kalau pengawasan hanya dimonitor oleh pusat, tentu bebannya sangat besar. Kita memiliki banyak pintu masuk dan keluar orang asing di Indonesia. Karena itu distribusi pengawasan harus dilakukan melalui sistem digital yang terbuka dan terintegrasi,” tegasnya.

Ia juga mendorong pembangunan dashboard nasional yang mampu menampilkan data kedatangan, izin tinggal, masa berlaku dokumen, serta informasi keberangkatan WNA untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengawasan keimigrasian.

Penulis :
Ahmad Yusuf