
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan Situs Percandian Batujaya di Karawang, Jawa Barat, merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki peradaban dengan nilai-nilai luhur sejak berabad-abad lalu saat menghadiri Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara bertema Batujaya: Warisan Peradaban dan Identitas Bangsa.
Batujaya Dinilai Cerminkan Nilai Toleransi Nusantara
Lestari mengatakan Situs Batujaya bukan hanya kawasan peninggalan purbakala, tetapi juga menjadi saksi kehidupan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Batujaya bukan sekadar situs, dia adalah saksi bagaimana masyarakat hidup berdampingan pada masa lalu, berdampingan dalam keberagaman,” ungkapnya.
Menurutnya, kompleks percandian Buddha di Batujaya yang berasal dari abad ke-5 menunjukkan bahwa nilai toleransi telah tumbuh di Nusantara sejak lama, termasuk ketika kerajaan-kerajaan Hindu berkembang pada periode yang sama.
Lestari juga menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan lahir dari perjalanan sejarah panjang bangsa Indonesia.
“Empat Pilar Kebangsaan itu hadir dari perjalanan panjang bangsa ini. Berbagai pikiran besar bertemu, yang kemudian membentuk kita menjadi satu bangsa. Peninggalan bersejarah di Batujaya adalah bagian penting dari perjalanan sejarah itu,” katanya.
Pelestarian Situs Perlu Kolaborasi Berbagai Pihak
Dalam forum yang diikuti mahasiswa Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia tersebut, Lestari mengapresiasi kegiatan ekskavasi yang dilakukan sebagai upaya menggali kembali nilai-nilai sejarah bangsa.
“Apa yang dilakukan anak-anak semua adalah sebuah kerja kebangsaan. Sebuah pekerjaan yang menggali kembali masa lalu, bukan hanya sebagai barang yang kemudian ditampakkan, tapi banyak nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan serta pelestarian kawasan Situs Batujaya, termasuk melalui peningkatan infrastruktur dan penataan kawasan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





