
Pantau - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawal percepatan ekspor perdana komoditas tuna beku (frozen tuna) milik PT Jayawi Ambon Internasional ke Thailand sebagai upaya memperluas pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah.
Ekspor perdana tersebut mendapat pendampingan penuh dari BKHIT Maluku bersama Tim Percepatan Ekspor Provinsi Maluku untuk memastikan seluruh tahapan ekspor berjalan sesuai ketentuan serta memenuhi standar negara tujuan.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan mengatakan, "BKHIT Maluku berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik bagi pelaku usaha. Kami memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi standar sanitasi dan persyaratan negara tujuan sehingga produk unggulan Maluku semakin dipercaya dan memiliki daya saing di pasar global."
Sinergi Lintas Instansi Percepat Proses Ekspor
Ekspor perdana tuna beku ke Thailand merupakan hasil kerja sama berbagai instansi yang terlibat dalam percepatan layanan ekspor.
Instansi tersebut meliputi BKHIT Maluku, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Ambon, serta Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon.
Dalam proses tersebut, BKHIT tidak hanya menerbitkan dokumen karantina tetapi juga memastikan komoditas perikanan yang diekspor memenuhi standar kesehatan ikan, keamanan pangan, dan persyaratan teknis negara tujuan.
BKHIT turut melakukan pemeriksaan, pengawasan, serta sertifikasi kesehatan produk perikanan untuk menjamin mutu dan keamanan produk selama perdagangan internasional berlangsung.
Willy mengungkapkan, "Melalui pengawasan dan sertifikasi yang ketat, kami menjaga agar produk perikanan asal Maluku memenuhi standar internasional. Hal ini penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar dan membuka peluang ekspor yang lebih luas."
Menurut Willy, kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mempercepat layanan ekspor mulai dari pemenuhan standar sanitasi, persyaratan teknis negara tujuan, hingga kelancaran proses kepabeanan.
Nilai Ekspor Perikanan Maluku Meningkat
Ekspor perdana tuna beku ke Thailand dinilai menjadi langkah strategis bagi PT Jayawi Ambon Internasional sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha perikanan lainnya untuk menembus pasar internasional.
Data sektor perikanan menunjukkan nilai ekspor perikanan Provinsi Maluku pada 2025 mencapai 54,30 juta dolar AS atau meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 44,79 juta dolar AS.
Kenaikan tersebut menunjukkan peningkatan nilai ekspor sekitar 9,51 juta dolar AS dalam kurun satu tahun.
Komoditas tuna menjadi salah satu penyumbang devisa utama sektor perikanan Maluku melalui produk seperti Frozen Yellowfin Tuna Loin, fillet tuna, dan berbagai produk olahan tuna.
Tuna juga tercatat sebagai penyumbang devisa terbesar kedua pada kelompok perikanan nonhidup setelah udang vanamei.
Sebelum memasuki pasar Thailand, produk tuna asal Maluku telah dipasarkan ke Amerika Serikat, China, Jepang, dan Vietnam.
Masuknya Thailand sebagai pasar tujuan ekspor baru diharapkan semakin memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu sentra ekspor perikanan nasional.
Willy mengatakan, "Dengan potensi sumber daya perikanan yang melimpah, Maluku memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan ekspor. BKHIT Maluku akan terus mendukung pelaku usaha melalui pelayanan karantina yang cepat, profesional, dan sesuai standar internasional."
Pengawalan ekspor yang dilakukan BKHIT Maluku bertujuan menjamin kualitas dan keamanan produk, memenuhi standar internasional, meningkatkan daya saing produk perikanan daerah, memperluas pasar ekspor, meningkatkan devisa sektor perikanan, serta memperkuat posisi Maluku sebagai daerah penghasil dan pengekspor komoditas perikanan unggulan.
- Penulis :
- Arian Mesa








