
Pantau - Petambak di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, membuktikan bahwa budidaya perikanan berkelanjutan mampu meningkatkan hasil panen tanpa mengorbankan ekosistem mangrove.
Keberhasilan tersebut dicapai melalui penerapan metode Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE) yang menggabungkan peningkatan produktivitas tambak dengan upaya pemulihan lingkungan pesisir.
Metode SECURE Ubah Pola Budidaya Tambak
Program ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Dinas Perikanan Kabupaten Berau, dan masyarakat setempat dalam Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).
Melalui metode SECURE, hanya sekitar 20 persen lahan yang digunakan untuk aktivitas budidaya, sementara 80 persen sisanya difungsikan sebagai kawasan konservasi dan rehabilitasi mangrove.
Pendekatan tersebut menjadi alternatif dari praktik tambak tradisional yang selama bertahun-tahun mengandalkan perluasan lahan hingga mengurangi kawasan hutan mangrove.
Hasil Panen Justru Meningkat
Salah satu contoh keberhasilan terlihat pada tambak milik Abdul Rahman di Kampung Pegat Batumbuk.
Sebelum menerapkan sistem SECURE, seluruh area tambaknya digunakan untuk budidaya dengan hasil panen udang windu sekitar 100 kilogram setiap masa tanam.
Setelah menerapkan metode baru tersebut, hasil panen meningkat meski area budidaya berkurang drastis.
Pada panen 3 Juni 2026, tambaknya menghasilkan 115 kilogram udang windu, 141 kilogram udang bintik, 1,9 ton ikan bandeng, dan 50 kilogram kepiting bakau.
Peningkatan produksi udang windu sekitar 15 persen menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan lingkungan memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas tambak.
Mangrove Jadi Kunci Keberlanjutan
Metode SECURE menempatkan mangrove sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas air, kesuburan lahan, dan ketersediaan pakan alami bagi ekosistem tambak.
Keberhasilan petambak di Berau menjadi contoh bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Kisah dari wilayah pesisir Kalimantan Timur itu menunjukkan bahwa menjaga alam bukan hambatan bagi peningkatan pendapatan masyarakat, melainkan fondasi utama bagi keberlanjutan usaha perikanan di masa depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





