billboard mobile
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.856 per Dolar AS Dipicu Sikap Hawkish The Fed

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.856 per Dolar AS Dipicu Sikap Hawkish The Fed
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/am..)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 94 poin atau 0,53 persen menjadi Rp17.856 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis pagi akibat sentimen global dari pernyataan hawkish Federal Reserve (The Fed).

Pelemahan tersebut terjadi dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.762 per dolar AS.

Pernyataan The Fed Tekan Pergerakan Rupiah

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan sikap hawkish The Fed menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran di Rp17.730 - Rp17.810 dipengaruhi oleh faktor global keputusan suku bunga The Fed tadi malam yang tidak berubah dan statement The Fed yang hawkish dimana suku bunga akan tinggi dan lama memupus harapan penurunan suku bunga satu kali di tahun ini, serta meningkatkan index dollar tembus di atas 100,” ungkap Rully.

Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,5 hingga 3,75 persen.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) di tengah ancaman inflasi, gangguan pasokan energi, dan ketidakpastian geopolitik akibat konflik di Timur Tengah.

The Fed juga menegaskan komitmennya menjaga cadangan yang memadai dalam sistem perbankan guna mendukung stabilitas harga.

Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

Selain sentimen global, pasar juga mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis siang.

“BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI siang ini walaupun masih ada ruang kenaikan lagi di bulan depan,” ujar Rully.

Pelaku pasar saat ini menunggu arah kebijakan moneter Bank Indonesia sebagai respons terhadap tekanan eksternal dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Keputusan BI dinilai akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek di tengah penguatan indeks dolar AS di pasar global.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026