billboard mobile
HOME  ⁄  Ekonomi

Barantin dan Kemendes Perkuat Literasi Ekspor untuk Wujudkan 5.000 Desa Ekspor pada 2029

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Barantin dan Kemendes Perkuat Literasi Ekspor untuk Wujudkan 5.000 Desa Ekspor pada 2029
Foto: (Sumber :Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan didampingi Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Badan Karantina Indonesia, Jakarta, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Aria Ananda.)

Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat literasi ekspor, pendampingan, dan peningkatan kualitas produk desa guna mendukung target pembentukan 5.000 Desa Ekspor hingga 2029.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan saat ini baru terdapat 338 Desa Ekspor dengan nilai transaksi hampir Rp1 triliun.

"Desa Ekspor itu targetnya ada 5.000 Desa Ekspor paling tidak di 2029. Sekarang baru ada 338 Desa Ekspor dengan nilai transaksi hampir Rp1 triliun," ujar Yandri usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (18/6).

Literasi dan Sertifikasi Jadi Fokus Utama

Yandri menjelaskan produk desa harus memenuhi berbagai persyaratan seperti keamanan produk, sertifikasi, dan standar negara tujuan agar mampu bersaing di pasar internasional.

Ia mengungkapkan produk desa Indonesia saat ini telah menembus 59 negara dengan berbagai komoditas unggulan seperti kopi, gula aren, ikan koi emas, minyak kemiri, kendang jembe, dan produk lainnya.

Menurut Yandri, kerja sama dengan Barantin akan difokuskan pada peningkatan literasi bagi kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat mengenai standar ekspor.

"Produk-produk desa harus aman, tidak menjadi kita lengah atau menggampangkan persoalan sertifikat, kemudian parameter-parameter yang membuat produk itu bisa laku, bisa aman, dan bisa diterima ke negara tujuan," ungkapnya.

Desa Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menilai desa harus menjadi subjek utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Pertumbuhan ekonomi itu, mau bicara pertumbuhan ekonomi, menurut saya orang agak banyak yang keliru kalau tidak melibatkan desa sebagai subjek pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 75.000 desa, 64.000 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta puluhan ribu koperasi desa yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Barantin dan Kemendes PDT juga akan menyiapkan sejumlah desa binaan sebagai pilot project untuk memperkuat kapasitas desa dalam memenuhi standar perdagangan dan ekspor.

Kedua lembaga menargetkan perjanjian kerja sama lanjutan ditandatangani dalam waktu kurang dari satu bulan, dengan lokasi penandatanganan direncanakan berlangsung langsung di desa yang ditetapkan sebagai pilot project.

“Kemungkinan salah satu kabupaten di Jawa Barat salah satunya. Nanti tepatnya di mana, kami sampaikan nanti pada saatnya,” kata Yandri.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti
Kemenkeu 2026