billboard mobile
HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Uzbekistan Jajaki Ekspor Produk UMKM Perempuan untuk Perkuat Perdagangan Bilateral

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia dan Uzbekistan Jajaki Ekspor Produk UMKM Perempuan untuk Perkuat Perdagangan Bilateral
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti (dua dari kanan) dan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan Zulaykho Mahkamova (dua dari kiri) melakukan pertemuan di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-Kemendag)

Pantau - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti dan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan Zulaykho Mahkamova menjajaki peluang ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan guna memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Fokus Perluas Akses Pasar UMKM Perempuan

Pertemuan yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada Selasa (16/6) itu membahas berbagai peluang kolaborasi untuk meningkatkan konektivitas pelaku usaha perempuan Indonesia dan Uzbekistan.

Salah satu kerja sama yang dijajaki adalah penyelenggaraan seminar dan program berbagi pengetahuan bagi UMKM yang telah siap ekspor, baik secara virtual maupun tatap muka dengan dukungan perwakilan diplomatik kedua negara.

Wamendag Dyah Roro Esti mengatakan program tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memahami karakteristik pasar masing-masing negara sekaligus memperluas jaringan bisnis.

"Kami ingin memastikan bahwa manfaat hubungan ekonomi kedua negara dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha, khususnya UMKM perempuan," ujar Roro Esti.

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang semakin strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tengah penguatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan.

Produk Teh hingga Fesyen Muslim Berpeluang Tembus Pasar

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah produk yang dinilai memiliki prospek besar dalam perdagangan bilateral.

Produk seperti teh, cokelat, buah kering, buah tropis, fesyen muslim (modest fashion), dan kosmetik disebut memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas di kedua negara.

Roro Esti menilai penguatan hubungan ekonomi tidak hanya diukur dari peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga dari terbukanya akses bagi kelompok masyarakat yang menjadi penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.

"Ketika perempuan diberikan akses terhadap pasar, informasi, dan jejaring internasional, mereka tidak hanya membangun usahanya sendiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga serta komunitasnya," ungkapnya.

Ia menambahkan Indonesia dan Uzbekistan sepakat terus menjajaki berbagai peluang kolaborasi untuk memperkuat peran perempuan sebagai penggerak perdagangan, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi di masa depan.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026