billboard mobile
HOME  ⁄  Ekonomi

Menaker Yassierli Tegaskan Program Magang Nasional Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menaker Yassierli Tegaskan Program Magang Nasional Inklusif untuk Penyandang Disabilitas
Foto: (Sumber :Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (tengah) memberikan keterangan dalam jumpa pers di Kantor Kemnaker RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan Program Magang Nasional (MagangHub) tetap inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta, termasuk lulusan perguruan tinggi penyandang disabilitas.

“Kita juga ingin memberikan kesempatan yang sama, karena ini adalah tugas kami di Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan sesuatu layanan yang sifatnya itu equal access untuk semua,” kata Yassierli dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (18/6).

Ia menyampaikan bahwa pada pelaksanaan Program Magang Nasional 2025, Kementerian Ketenagakerjaan membuka kuota khusus bagi peserta penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya menciptakan akses yang setara di dunia kerja.

“Alhamdulillah, walaupun masih dalam jumlah yang terbatas, tapi kita ingin kesempatan itu juga dimiliki oleh adik-adik lulusan perguruan tinggi dari yang difabel atau disabilitas,” ujarnya.

Kuota Khusus untuk Peserta Disabilitas

Yassierli menjelaskan Kemnaker menerapkan pendekatan afirmatif dan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menjaring peserta magang penyandang disabilitas.

“Sebagian ada yang kemudian memang kita afirmatif untuk bisa ikut program magang. Di Kemnaker sendiri kita punya beberapa peserta magang yang difabel,” ungkapnya.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membuka akses yang lebih luas bagi kelompok disabilitas untuk memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan kompetensi.

Dorong Pemerataan Peserta di Seluruh Indonesia

Selain memperkuat aspek inklusivitas, Kemnaker juga mendorong pemerataan peserta magang dari sisi wilayah dan latar belakang pendidikan.

“Terkait dengan sebaran peserta magang pada angkatan 1, yang masih banyak itu adalah di Pulau Jawa, dan lebih spesifik lagi di Jakarta,” kata Yassierli.

“Kedua, terkait dengan juga sebaran dari program studi dari latar belakang adik-adik peserta magang, ini nanti kita juga ingin memberikan kesempatan yang sama,” lanjutnya.

Program Magang Nasional 2026 dijadwalkan mulai berjalan pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu peserta.

Pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target nasional sebanyak 150 ribu peserta di berbagai wilayah Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti
Kemenkeu 2026