billboard mobile
HOME  ⁄  Ekonomi

Bank Indonesia dan TNI AL Edarkan Rp5 Miliar ke Kepulauan 3T Aceh Lewat Ekspedisi Rupiah Berdaulat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bank Indonesia dan TNI AL Edarkan Rp5 Miliar ke Kepulauan 3T Aceh Lewat Ekspedisi Rupiah Berdaulat
Foto: Bank Indonesia Perwakilan Aceh bersama TNI AL dan unsur pemerintah Aceh saat melepas keberangkatan ekspedisi rupiah berdaulat ke lima daerah kepulauan, di Sabang, Aceh, Kamis 18/6/2026 (sumber: ANTARA/Rahmat Fajri)

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengedarkan uang rupiah sebesar Rp5 miliar ke wilayah kepulauan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Aceh melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang berlangsung pada 18–24 Juni 2026.

Pelepasan ekspedisi dilakukan di Sabang, Aceh, dengan menggunakan kapal perang KRI Tuna-876 yang berangkat dari dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang.

Pelaksana Tugas Kepala KPwBI Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan nilai uang yang diedarkan pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dalam ekspedisi kali ini kita mengedarkan sebanyak Rp5 miliar, naik 25 persen dari tahun 2025 lalu," ungkapnya.

Sasaran ekspedisi mencakup lima wilayah kepulauan di Aceh, yakni Pulau Weh, Pulau Nasi, Pulau Breuh, Pulau Banyak, dan Pulau Simeulue.

Total jarak tempuh ekspedisi tersebut mencapai sekitar 695 mil laut.

Pengedaran Rupiah hingga Wilayah Terpencil

Hertha menjelaskan Bank Indonesia memiliki mandat untuk mengelola uang rupiah mulai dari perencanaan pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan, hingga pemusnahan uang rupiah.

Menurutnya, Bank Indonesia memiliki misi menyediakan uang rupiah yang berkualitas dan layak edar di seluruh wilayah Indonesia.

"Untuk itu, diperlukan sinergi antara Bank Indonesia dengan TNI AL untuk dapat membantu keterbatasan Bank Indonesia melakukan pengedaran uang rupiah ke seluruh wilayah NKRI khususnya wilayah kepulauan 3T," ujarnya.

Ia menambahkan TNI AL menjadi mitra strategis karena memiliki armada yang mampu menjangkau daerah-daerah terpencil di seluruh Nusantara.

Hertha menilai TNI AL menjaga kedaulatan negara melalui pertahanan, sedangkan Bank Indonesia menjaga kedaulatan melalui keberadaan dan peredaran rupiah.

Selain mengedarkan uang baru, Bank Indonesia juga menarik uang lusuh dan tidak layak edar dari masyarakat untuk kemudian ditukar dengan uang yang masih layak digunakan.

Bank Indonesia turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gerakan cinta, bangga, dan paham rupiah.

"Langkah ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengenali dan menjaga uang rupiah, karena rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan negara, sehingga masyarakat terhindar dari pemalsuan uang rupiah," kata Hertha.

Ekspedisi ke-10 Tahun 2026

Hertha menyebutkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Aceh merupakan kegiatan ke-10 yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Sejak tahun 2012 hingga 2025, Bank Indonesia dan TNI AL telah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling di wilayah 3T.

Program tersebut telah menjangkau 766 pulau di 18 provinsi secara nasional serta empat provinsi yang dilayani secara mandiri.

Pada tahun 2026, layanan kas keliling diperluas menjadi 19 kegiatan dengan cakupan wilayah 19 provinsi dan target pelayanan mencapai 97 pulau.

Komandan Pangkalan TNI AL Sabang, Sadimin, menegaskan kondisi geografis tidak boleh menjadi hambatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Kolaborasi strategis kita melalui kegiatan ini membawa harapan besar bagi masyarakat Indonesia yang berada di wilayah 3T di Aceh, sehingga mereka bisa dengan mudah mendapatkan dan menggunakan uang layak edar," ungkapnya.

Sadimin mengatakan TNI AL menjaga kedaulatan wilayah dan keutuhan NKRI, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan dari sisi ekonomi.

Ia juga menilai Bank Indonesia tidak hanya menjaga stabilitas nilai rupiah, tetapi turut mengampanyekan rasa cinta, bangga, dan paham rupiah kepada masyarakat.

Sadimin menginstruksikan seluruh prajurit untuk memberikan dukungan penuh kepada tim Bank Indonesia selama pelaksanaan ekspedisi dan saat berinteraksi dengan masyarakat di pulau-pulau tujuan.

Penulis :
Shila Glorya
Kemenkeu 2026