billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

TNI AL Siapkan 100 Calon Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Pelatihan di Italia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

TNI AL Siapkan 100 Calon Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Pelatihan di Italia
Foto: Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali pada jumpa pers di Seskoal, Jakarta Selatan, Kamis 18/6/2026 (sumber: ANTARA/Walda Marison)

Pantau - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berencana memberangkatkan 100 personel calon awak kapal induk Giuseppe Garibaldi ke Italia pada 10 Juli 2026 untuk mengikuti pelatihan sebagai bagian dari persiapan pengoperasian kapal induk yang tengah diproses menjadi bagian dari kekuatan TNI AL.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali dalam jumpa pers di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta Selatan.

"Rencananya mudah-mudahan 10 Juli udah diberangkatkan (ke Italia)," ungkap Muhammad Ali.

Sebanyak 100 personel yang dipilih merupakan anggota TNI AL yang memiliki pengalaman dan latar belakang sesuai dengan kebutuhan penugasan di kapal induk.

Para personel tersebut akan tergabung dalam satuan tugas (satgas) pengawak pendahuluan.

Pelatihan Teori hingga Pengoperasian Kapal

Selama berada di Italia, para calon awak akan menjalani pelatihan teori, pelatihan praktik, serta pengoperasian langsung di atas kapal induk Giuseppe Garibaldi.

Kapal tersebut saat ini masih dalam proses akuisisi dan diproyeksikan memperkuat kemampuan operasional TNI AL.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para personel diharapkan mampu membawa kapal induk tersebut dari Italia menuju Indonesia.

"Harapan kita bisa hadir (kapal induk beserta para awak) sebelum 5 Oktober 2026. Itu harapan kita, tapi kita lihat perkembangan situasi seperti apa, nanti kita mengikuti saja," ujar Muhammad Ali.

TNI AL Siapkan Ratusan Pelaut dan Infrastruktur Pendukung

Sebelumnya, Asisten Operasi KSAL Yayan Sofiyan menjelaskan bahwa TNI AL perlu menyiapkan sekitar 500 pelaut untuk mengawaki kapal induk tersebut.

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Mulai dari sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," kata Yayan Sofiyan.

Jumlah 500 personel tersebut merupakan kru inti kapal yang belum mencakup kru penerbangan, personel sistem aviasi, dan kru pendukung noninti lainnya.

Menurut Yayan Sofiyan, total kebutuhan awak diperkirakan dapat melebihi 500 orang seiring kebutuhan operasional kapal induk.

"Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500 orang. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," jelasnya.

Selain menyiapkan awak kapal, TNI AL juga harus mempersiapkan fasilitas tempat bersandar kapal induk, infrastruktur teknis pendukung, sistem logistik, serta dukungan operasional bagi ratusan personel.

Meski membutuhkan persiapan besar, TNI AL menyatakan optimistis mampu memenuhi seluruh kebutuhan pengoperasian kapal induk tersebut.

Hingga saat ini, proses akuisisi Giuseppe Garibaldi masih berlangsung dan melibatkan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Pemerintah Italia, serta Fincantieri sebagai galangan kapal.

Kehadiran Giuseppe Garibaldi diharapkan dapat memperkuat kemampuan operasional TNI AL, khususnya dalam mendukung proyeksi kekuatan maritim dan operasi laut jarak jauh.

Penulis :
Shila Glorya
Kemenkeu 2026