
Pantau - Dinas Perhubungan Jawa Timur berencana menerapkan Intelligent Transport System (ITS) atau Sistem Transportasi Cerdas pada layanan TransJatim guna meningkatkan efisiensi perjalanan dan kualitas pelayanan transportasi publik.
Koridor I TransJatim Jadi Lokasi Awal Kajian
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan penerapan ITS akan diawali melalui kajian di Koridor I TransJatim yang memiliki tingkat keterisian penumpang atau load factor tinggi.
"Saya ingin satu koridor diterapkan ITS, termasuk simpang terkoordinasi dan prioritas bagi bus," ujar Nyono.
Menurut Nyono, sistem tersebut memanfaatkan teknologi sensor pada persimpangan jalan sehingga durasi lampu lalu lintas dapat menyesuaikan kondisi kepadatan kendaraan secara real time.
Dengan teknologi tersebut, kendaraan dari arah yang lebih padat akan memperoleh waktu lampu hijau lebih lama dibandingkan jalur dengan volume kendaraan yang lebih rendah.
Dishub Jatim juga menyiapkan penerapan bus priority agar armada TransJatim memperoleh kelancaran saat mendekati persimpangan.
Dipadukan dengan Program Jalan Berkeselamatan
Nyono menjelaskan konsep ITS telah diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik modern.
Penerapan sistem tersebut akan dipadukan dengan program jalan berkeselamatan yang mencakup penyediaan fasilitas keselamatan lalu lintas secara lengkap di koridor layanan.
"Semua fasilitas keselamatan akan dikombinasikan dengan sistem angkutan publik berbasis ITS sehingga pelayanan menjadi lebih baik," ungkapnya.
Selain Koridor I TransJatim, konsep serupa juga direncanakan diterapkan di wilayah Malang untuk mendukung pengembangan transportasi perkotaan berbasis teknologi.
Saat ini Dishub Jatim masih melakukan survei terhadap fasilitas dan infrastruktur yang tersedia sebelum implementasi dilakukan.
Menurut Nyono, realisasi program tersebut masih bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah, namun kajian teknis telah mulai disiapkan guna mempercepat penerapan Sistem Transportasi Cerdas di Jawa Timur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





