
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi muda Indonesia dengan keterampilan yang relevan dan karakter yang kuat agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan transformasi digital.
Perubahan Dunia Kerja Butuh Keterampilan Baru
Yassierli menyampaikan perkembangan teknologi, otomatisasi, ekonomi hijau, pola kerja jarak jauh, serta persaingan global telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan.
"Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang," ungkapnya dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Ia merujuk laporan Future of Jobs Report 2025 dari Forum Ekonomi Dunia yang memperkirakan sekitar 22 persen pekerjaan akan terdampak perubahan hingga tahun 2030.
Dalam periode yang sama, sekitar 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sementara 92 juta pekerjaan lainnya berpotensi tergantikan.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan kompetensi di dunia kerja akan terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Yassierli menegaskan penguasaan teknologi saja tidak cukup karena pekerja masa depan juga harus memiliki kemampuan belajar berkelanjutan, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi baru.
SDM Unggul Jadi Kunci Indonesia Emas 2045
Menaker menilai penguatan keterampilan masa depan menjadi faktor penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia menjelaskan Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia pada 2045 dengan pendapatan per kapita yang diproyeksikan mencapai 23.000 hingga 30.300 dolar AS.
Menurutnya, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perubahan.
"Karena itu, generasi masa depan perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis," katanya.
Karakter dan Empati Dinilai Tak Tergantikan Teknologi
Selain keterampilan teknis, Yassierli menekankan pentingnya pembentukan karakter sebagai fondasi utama talenta masa depan.
Nilai integritas, disiplin, tanggung jawab, etika, dan empati dinilai harus berjalan seiring dengan penguasaan keterampilan modern.
Ia menambahkan kemampuan manusia seperti membangun kepercayaan, berempati, berkomunikasi, memimpin, dan bekerja sama akan semakin bernilai di tengah pesatnya perkembangan AI.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





