
Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga dan memperkuat hubungan dengan pemerintah serta pelaku usaha China guna mendorong pertumbuhan perdagangan, investasi, dan kolaborasi ekonomi yang saling menguntungkan.
China Tetap Menjadi Mitra Dagang Strategis Indonesia
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan komitmen tersebut saat berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Minggu (21/6), dalam rangka menghadiri sejumlah agenda ekonomi di China.
“China mitra dagang terbesar Indonesia. Jadi, kita harus hadir di sini. Angka perdagangan Indonesia dan China tahun lalu adalah sekitar 168 miliar dolar AS dan saya kira angka itu akan terus tumbuh, dan tidak lama lagi kita akan menjadi mitra dagang nomor dua atau bahkan jadi mitra dagang nomor satu bagi China,” ungkap Anindya.
Ia menjelaskan Indonesia saat ini mengekspor sekitar seperempat dari total ekspornya ke China dan mengimpor sekitar sepertiga kebutuhan impor dari negara tersebut.
“Indonesia mengekspor sekitar seperempat dari total ekspornya ke China dan mengimpor sekitar sepertiga barang impornya dari China. Tugas saya di sini bersama beberapa anggota Kadin adalah menyampaikan bahwa kita tidak hanya ingin meningkatkan perdagangan, tetapi juga ingin menciptakan nilai bersama,” ujarnya.
Anindya hadir di China untuk mengikuti China International Supply Chain Expo, APEC CEO Forum di Beijing, Summer Davos 2026 di Dalian, serta sejumlah pertemuan bisnis dengan mitra strategis lainnya.
Fokus Perluas Kolaborasi dan Rantai Pasok Kendaraan Listrik
Menurut Anindya, Kadin ingin membangun kerja sama yang lebih luas dengan mitra China melalui inovasi dan peningkatan kepercayaan di tengah dinamika geopolitik global.
“Saya kira semua itu dimulai dari percakapan, sehingga kita dapat membangun lebih banyak kepercayaan, terutama di tengah ketegangan geopolitik. Harapannya, akan ada lebih banyak kolaborasi,” katanya.
Salah satu sektor yang menjadi fokus pembahasan adalah industri kendaraan listrik yang saat ini berkembang pesat di kedua negara.
“Namun, kami tidak hanya ingin fokus pada perdagangan kendaraan listrik, tetapi juga masuk ke seluruh rantai pasoknya. Bukan hanya untuk melayani pasar Indonesia dan China, tetapi juga dunia,” ungkapnya.
Kadin berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus meningkatkan nilai tambah industri nasional melalui investasi dan transfer teknologi.
Dorong Penciptaan Nilai Bersama
Kadin menilai hubungan ekonomi Indonesia dan China tidak hanya berfokus pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga harus menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi kedua negara.
Melalui berbagai forum internasional dan pertemuan bisnis yang berlangsung di China, Kadin berupaya membuka peluang kerja sama baru di sektor industri, teknologi, dan investasi strategis guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





