HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Yakin Hilirisasi Perkebunan Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonom Yakin Hilirisasi Perkebunan Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing
Foto: (Sumber :Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti. (ANTARA/HO-INDEF).)

Pantau - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai hilirisasi industri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan Indonesia sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik maupun global.

Hilirisasi Dinilai Mampu Dongkrak Nilai Ekonomi Komoditas

Esther mengatakan pengolahan komoditas perkebunan menjadi produk antara maupun produk akhir dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan hanya mengekspor bahan mentah.

Ia menilai konsep hilirisasi sangat relevan diterapkan pada berbagai komoditas perkebunan unggulan Indonesia seperti kopi dan kakao.

“Saya sepakat dengan konsep hilirisasi industri untuk komoditas perkebunan karena dengan hilirisasi komoditas kopi, coklat dan lain-lain, bisa diolah menjadi produk intermediate bahkan produk final sehingga harganya pun bisa lebih mahal di pasar,” ungkapnya di Jakarta, Senin.

Menurutnya, pengolahan komoditas hingga menjadi produk bernilai tambah akan membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Tidak Hanya Fokus pada Keuntungan Ekonomi

Meski mendukung hilirisasi, Esther menegaskan kebijakan tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi semata.

Ia menilai keberhasilan hilirisasi harus memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Esther menjelaskan hilirisasi industri perlu mampu menciptakan lapangan kerja baru dan membantu pengentasan kemiskinan di berbagai daerah penghasil komoditas.

“Artinya hilirisasi industri tidak hanya concern pada nilai tambah dan harga produk yang lebih mahal tetapi hilirisasi industri juga harus memberikan benefit pada lingkungan sosial, penciptaan lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan, dan lain-lain,” katanya.

Dorong Daya Saing Komoditas Perkebunan Nasional

Penerapan hilirisasi pada sektor perkebunan dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.

Dengan mengembangkan industri pengolahan di dalam negeri, komoditas seperti kopi dan kakao tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga dapat dipasarkan sebagai produk bernilai tambah yang memiliki harga lebih tinggi.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus mendukung pembangunan industri nasional yang berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf