HOME  ⁄  Ekonomi

Himbara Berkapitalisasi Rp1,1 Kuadriliun, Rosan Sebut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Himbara Berkapitalisasi Rp1,1 Kuadriliun, Rosan Sebut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional
Foto: Arsip foto - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menghadiri pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran Komisaris dan Direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 18/6/2026 (sumber: Danantara Indonesia)

Pantau - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan kekuatan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tercermin dari nilai kapitalisasi pasar yang mencapai Rp1,1 kuadriliun atau sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar seluruh perusahaan yang tercatat di Indonesia.

Rosan menilai besarnya kapitalisasi pasar tersebut menunjukkan kapasitas besar Himbara untuk mendukung perekonomian nasional serta menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar Rp1.100 triliun, Himbara memiliki kemampuan untuk menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia."

Menurut Rosan, posisi strategis Himbara dalam sistem keuangan nasional tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan keuntungan tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Ia menegaskan bahwa bank-bank anggota Himbara diharapkan menjadi instrumen pembangunan yang mampu memperluas akses ekonomi bagi masyarakat.

Perluas Akses Pembiayaan dan Dukungan untuk UMKM

Presiden Prabowo Subianto mengharapkan Himbara mampu menjangkau jutaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

UMKM dinilai sebagai tulang punggung perekonomian nasional sehingga memerlukan dukungan pembiayaan yang memadai untuk mempercepat pertumbuhan usaha dan ekonomi nasional.

Pemerintah berharap penyaluran kredit dan pembiayaan oleh Himbara dapat memberikan dampak nyata terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi.

Rosan mengungkapkan, "Keberhasilan Himbara tidak hanya diukur dari besarnya laba yang diperoleh."

Ia menambahkan bahwa peran Himbara juga dinilai dari kemampuannya membuka akses dan kesempatan ekonomi yang setara bagi pelaku UMKM, masyarakat umum, serta sektor usaha yang lebih besar.

Danantara Perkuat Sinergi, Risiko Tetap Harus Dijaga

Ahli perbankan Moch. Amin Nurdin menilai transformasi peran Himbara semakin kuat setelah hadirnya Danantara Indonesia sebagai pengelola BUMN.

Menurut Amin, kehadiran Danantara memperkuat koordinasi antarbank milik negara sehingga berbagai program pemerintah dapat dijalankan secara lebih terintegrasi.

Ia mengungkapkan, "Di bawah koordinasi Danantara dan arahan Presiden Prabowo Subianto, terjadi penguatan kerja sama antarlembaga perbankan negara."

Penguatan sinergi tersebut dinilai membuat fungsi intermediasi Himbara semakin selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Meski demikian, Amin mengingatkan agar Himbara tetap menjaga disiplin dalam manajemen risiko dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Ia menegaskan bahwa perluasan penugasan kepada Himbara berpotensi meningkatkan volume bisnis dan memperluas basis nasabah, tetapi juga dapat menambah risiko pembiayaan.

Amin mengungkapkan, "Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan hanya meningkatkan pertumbuhan kredit, tetapi memastikan pertumbuhan kredit tetap berkualitas."

Menurutnya, pertumbuhan kredit harus didukung manajemen risiko yang kuat, pengelolaan pembiayaan yang sehat, serta kemampuan menjaga profitabilitas secara berkelanjutan.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1,1 kuadriliun, Himbara dinilai memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia, namun tetap perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, dukungan terhadap pembangunan nasional, dan pengelolaan risiko yang prudent.

Penulis :
Shila Glorya