
Pantau - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia meyakini partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas akses pasar nasional ke kawasan Eurasia sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan status Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Rusia ke level yang lebih tinggi.
"Kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia harus dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama industri, menghasilkan kemitraan yang memberi manfaat nyata bagi kedua negara, serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Rusia," ungkap Agus.
Pada 17 Juni 2026, Agus melakukan pertemuan bilateral di Jakarta dengan Sergei Gennadievich Tolchenov dan Alexander Masaltsev untuk membahas berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan INNOPROM 2026.
INNOPROM 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Yekaterinburg.
Persiapan Pameran dan Penguatan Kerja Sama Industri
Selain membahas persiapan pameran, kedua pihak juga menjajaki penguatan kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia.
Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama industri.
MoU tersebut diharapkan menjadi payung kerja sama industri kedua negara sekaligus menjadi dasar pelaksanaan berbagai program kolaborasi pada masa mendatang.
Indonesia dan Rusia juga sepakat mempercepat implementasi dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Desember 2025.
Dua nota kesepahaman tersebut mencakup kerja sama di bidang industri perkapalan dan kajian ilmiah mengenai penggunaan asbes krisotil yang aman.
Implementasi kedua nota kesepahaman itu diharapkan mampu memperkuat kapasitas industri kedua negara, meningkatkan kemitraan antarpelaku usaha, serta menghasilkan program kerja sama yang konkret.
Indonesia Bawa 50 Perusahaan Nasional ke INNOPROM 2026
Dalam ajang INNOPROM 2026, Indonesia akan membawa sekitar 50 perusahaan nasional dari berbagai sektor strategis.
Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari industri makanan dan minuman, permesinan, elektronik, furnitur, digital, energi hijau, serta industri manufaktur berorientasi ekspor.
Kehadiran sekitar 50 perusahaan Indonesia diharapkan mampu membuka peluang kerja sama bisnis baru, menarik investasi dari Rusia dan kawasan Eurasia, memperluas pasar ekspor Indonesia, serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.
Indonesia tidak hanya akan menampilkan produk dan kemampuan industri nasional dalam pameran tersebut.
Indonesia juga akan menyelenggarakan forum bisnis, diskusi panel, dan pertemuan pelaku usaha.
Forum dan diskusi tersebut akan membahas sektor industri kelapa sawit, petrokimia, perkapalan, aluminium, serta pengembangan kawasan industri.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk bertukar gagasan antara pelaku usaha kedua negara, menjalin jaringan bisnis baru, serta menjajaki peluang kolaborasi dan investasi.
Agus menegaskan keyakinannya bahwa kerja sama erat antara Indonesia dan Rusia akan menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.
Melalui INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian berharap tercipta peningkatan investasi, pertumbuhan perdagangan bilateral, transfer teknologi, kemitraan industri yang lebih luas, serta pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya





