HOME  ⁄  Nasional

Agus Gumiwang Pastikan Indonesia dan Rusia Perluas Penggunaan Mata Uang Nasional untuk Perdagangan Bilateral

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Agus Gumiwang Pastikan Indonesia dan Rusia Perluas Penggunaan Mata Uang Nasional untuk Perdagangan Bilateral
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan Indonesia dan Rusia mulai memperluas penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral guna mengurangi risiko yang timbul akibat tekanan finansial global.

Perluas Penggunaan Mata Uang Lokal

Agus mengatakan perdagangan antara Indonesia dan Rusia mulai dialihkan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara serta mekanisme Local Currency Settlement (LCS).

Menurut Agus, penerapan LCS diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam transaksi perdagangan kedua negara.

Ia menilai mekanisme tersebut juga dapat meningkatkan stabilitas transaksi bilateral dan mengurangi dampak gejolak keuangan global terhadap perdagangan Indonesia dan Rusia.

"Perluasan pembayaran menggunakan mata uang nasional dapat memberikan dorongan lebih besar bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia," ungkap Agus dalam wawancara bersama media Rusia RIA Novosti dan RT.

Agus menambahkan penggunaan mata uang nasional akan memperkuat kerja sama bilateral serta membuka peluang pengembangan hubungan ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, langkah tersebut juga mendukung peningkatan nilai perdagangan antara kedua negara.

Dorong Kerja Sama Ekonomi yang Lebih Komprehensif

Agus menegaskan kerja sama Indonesia dan Rusia harus berjalan secara seimbang, saling menguntungkan, dan berdasarkan kepentingan nasional masing-masing negara.

Ia mengusulkan agar perluasan mekanisme Local Currency Settlement menjadi bagian dari kesepakatan yang lebih luas antara Jakarta dan Moskow.

"Pengaturan yang lebih komprehensif antara Indonesia dan Rusia dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kerja sama ekonomi di masa depan," ujarnya.

Agus menyebut penguatan kerja sama pembayaran bilateral dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempererat hubungan ekonomi kedua negara dalam jangka panjang.

Indonesia juga akan berperan sebagai negara mitra resmi dalam agenda pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang akan diselenggarakan di Yekaterinburg pada Juli 2026.

Keterlibatan Indonesia sebagai negara mitra resmi dalam INNOPROM 2026 menunjukkan semakin eratnya hubungan kerja sama ekonomi dan industri antara Indonesia dan Rusia.

Penulis :
Arian Mesa