HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.101,33, Investor Menanti Keputusan MSCI dan Review S&P Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.101,33, Investor Menanti Keputusan MSCI dan Review S&P Global
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 15,36 poin atau 0,25 persen ke level 6.101,33 pada perdagangan Selasa sore di tengah tekanan sentimen eksternal dan sikap wait and see investor menjelang pengumuman klasifikasi pasar oleh MSCI serta hasil peninjauan peringkat utang Indonesia oleh S&P Global Ratings.

Indeks saham unggulan LQ45 juga ditutup turun 0,77 poin atau 0,13 persen ke posisi 598,43.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut pelemahan IHSG terutama dipicu oleh koreksi saham teknologi global.

"Tekanan jual pada saham-saham sektor teknologi dunia," ungkap Ratna Lim mengenai salah satu faktor yang membebani pergerakan pasar.

Sentimen negatif juga berasal dari pelemahan bursa saham Asia dan koreksi pasar saham global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu indeks yang mengalami tekanan cukup besar adalah KOSPI yang sebelumnya menguat berkat saham teknologi namun kemudian tercatat melemah sekitar 10 persen.

Investor Menunggu Keputusan MSCI dan S&P Global

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan pengumuman klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan pada Rabu, 24 Juni 2026 sekitar pukul 03.30 WIB.

MSCI akan menentukan apakah pasar saham Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market atau turun menjadi Frontier Market.

Investor juga menunggu hasil peninjauan dari S&P Global Ratings yang dijadwalkan keluar pada akhir Juni 2026.

Hasil review tersebut akan menjadi penentu peringkat utang pemerintah Indonesia.

Sikap wait and see investor menjelang dua agenda penting tersebut turut membatasi pergerakan pasar saham domestik.

Sektor Keuangan dan Teknologi Menekan IHSG

IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona negatif sepanjang sesi pertama perdagangan.

Tekanan jual berlanjut hingga penutupan sehingga indeks tetap berada di zona merah sampai akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat empat sektor yang mencatatkan penguatan.

Sektor kesehatan menjadi sektor dengan kenaikan terbesar setelah menguat 3,84 persen.

Sektor properti naik 1,21 persen.

Sektor barang baku menguat 0,52 persen.

Di sisi lain, enam sektor mengalami pelemahan.

Sektor keuangan menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah turun 1,55 persen.

Sektor teknologi melemah 1,04 persen.

Sektor energi turun 0,87 persen.

Saham yang mencatatkan kenaikan harga terbesar pada perdagangan hari ini adalah LEAD, BALI, PTPW, ENAK, dan LAJU.

Sementara saham dengan pelemahan harga terdalam ditempati oleh ARKO, KIOS, CEKA, ZONE, dan FLMC.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat frekuensi transaksi sebanyak 1.756.000 kali.

Volume perdagangan mencapai 40,10 miliar lembar saham.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp32,97 triliun.

Sebanyak 294 saham menguat.

Sebanyak 398 saham melemah.

Sebanyak 267 saham ditutup tidak berubah.

Di kawasan Asia, Nikkei 225 turun 2.505,96 poin atau 3,46 persen ke 69.848,00.

Shanghai Composite melemah 56,84 poin atau 1,37 persen ke 4.106,25.

Hang Seng Index turun 432,24 poin atau 1,82 persen ke 23.336,28.

Straits Times Index menjadi satu-satunya indeks utama yang menguat setelah naik 1,73 poin atau 0,03 persen ke 5.205,74.

Penulis :
Leon Weldrick