HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Sampaikan Empat Komitmen Baru untuk Perkuat Tata Kelola Laut Berkelanjutan di Forum Internasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Sampaikan Empat Komitmen Baru untuk Perkuat Tata Kelola Laut Berkelanjutan di Forum Internasional
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan paparan pada forum Our Ocean Conference (OOC) ke-11 di Mombasa, Kenya yang digelar 16-18 Juni 2026 (sumber: KKP)

Pantau - Pemerintah Indonesia menyampaikan empat komitmen baru untuk memperkuat tata kelola laut berkelanjutan dalam Our Ocean Conference ke-11 yang berlangsung di Mombasa, Kenya, pada 16–18 Juni 2026.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam menjaga ekosistem laut sekaligus membuka peluang dukungan pendanaan internasional hingga 260 juta dolar AS melalui berbagai skema kerja sama global.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, "Empat komitmen yang kami sampaikan menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim."

Dana yang berpotensi diperoleh tersebut akan digunakan untuk mendukung konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, serta pengembangan Ocean Centres.

Empat Komitmen Pengelolaan Laut

Komitmen pertama adalah penguatan tata kelola ruang laut melalui integrasi perencanaan tata ruang darat dan laut ke dalam tata ruang nasional dan provinsi.

Pemerintah juga akan menyusun regulasi zonasi lintas wilayah untuk mendukung pengelolaan ruang laut yang lebih terintegrasi.

Selain itu, kawasan strategis nasional karbon biru akan dimasukkan ke dalam perencanaan tata ruang nasional.

Komitmen kedua adalah menetapkan 700.000 hektare kawasan konservasi laut baru pada tahun 2026.

Langkah tersebut merupakan bagian dari target jangka panjang Indonesia untuk mencapai kawasan konservasi laut seluas 30 persen dari total perairan nasional pada 2045.

Trenggono menegaskan, "Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, serta mencapai target perluasan kawasan konservasi laut mencapai 30 persen dari total luas perairan nasional pada tahun 2045."

Evaluasi Konservasi dan Pengembangan Karbon Biru

Komitmen ketiga adalah melakukan evaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut yang telah ada.

Evaluasi tersebut mencakup total 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan manfaat konservasi dapat dirasakan secara optimal oleh lingkungan maupun masyarakat pesisir.

Komitmen keempat adalah mengembangkan satu model proyek karbon biru yang akan dijadikan percontohan.

Model proyek yang dinilai berhasil nantinya akan direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Trenggono menyatakan bahwa tantangan pengelolaan laut merupakan persoalan lintas batas yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.

Ia mengungkapkan, "Indonesia siap memperdalam kemitraan dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat aksi nyata, dari komitmen menuju implementasi, demi menjaga laut tetap sehat dan produktif bagi generasi sekarang dan mendatang."

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat implementasi program perlindungan serta pengelolaan laut secara berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga laut tetap sehat, produktif, dan bermanfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Penulis :
Leon Weldrick