
Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendorong Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menanam lebih banyak pohon guna menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus memperkuat peran daerah tersebut dalam mendukung penurunan emisi karbon nasional.
Penanaman Pohon untuk Menambah Tutupan Hutan
Dorongan tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis bibit pohon oleh Dewan Penasehat Ahli Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Kemenhut RI Ruanda Agung Sigardiman kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Papua Pegunungan Lince Kogoya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Ruanda mengatakan penanaman pohon menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan di Indonesia.
“Penyerahan tanaman atau pohon secara simbolis itu bertujuan mendorong pemerintah daerah di Papua Pegunungan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan, semakin banyak pohon yang ditanam maka hutan akan semakin baik serta menambah tutupan-tutupan hutan di Papua Pegunungan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan sebagian kawasan hutan di Papua Pegunungan telah dialihfungsikan untuk pembangunan perkantoran dan permukiman sehingga sejumlah area hutan mengalami penggundulan.
Menurutnya, program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 memiliki salah satu fokus utama untuk meningkatkan tutupan hutan melalui penanaman pohon guna menjaga kelestarian kawasan tersebut.
Papua Jadi Benteng Terakhir Stok Karbon Indonesia
Ruanda menilai hutan Papua Pegunungan memiliki peran strategis dalam mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.
“Papua Pegunungan dan Pulau Papua secara umum manfaatnya dalam penurunan gas karbon emisi rumah kaca sangat besar. Kalau saya bilang hutan Papua secara keseluruhan adalah the last warrior bagi stok karbon Indonesia karena tutupan hutannya masih di atas 70 persen,” katanya.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Pulau Jawa yang saat ini hanya memiliki sekitar 18 persen tutupan hutan meski menjadi wilayah dengan konsentrasi penduduk terbesar di Indonesia.
Ruanda juga menyebut tutupan hutan di Kalimantan dan Sumatera terus mengalami tekanan akibat berbagai faktor, termasuk kebakaran hutan yang kerap terjadi.
“Dengan kondisi seperti ini produksi oksigen di Pulau Jawa itu sangat kurang untuk jumlah penduduk yang begitu banyak. Kalimantan sudah mulai berkurang, Sumatera karena sering terjadi kebakaran menyebabkan tutupan hutannya pun mulai berkurang, maka Papua menjadi harapan Indonesia untuk tetap menjaga tutupan hutannya,” ujarnya.
Kemenhut berharap pemerintah daerah terus memperkuat upaya pelestarian hutan melalui program penanaman pohon untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam di Papua Pegunungan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





