
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127, yang disebut sebagai angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir, pada acara puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Amran menyampaikan bahwa peningkatan NTP tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya kesejahteraan petani Indonesia.
Ia mengungkapkan, "NTP meningkat tertinggi selama 34 tahun terakhir, yaitu 127. Ini angka tertinggi selama 34 tahun terakhir."
Pertumbuhan Pertanian Cetak Rekor 25 Tahun
Selain peningkatan NTP, sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Angka pertumbuhan ekonomi sektor pertanian sebesar 5,74 persen tersebut menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Amran menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan nelayan dalam menjaga produktivitas sektor pangan nasional.
Ekspor Naik dan Impor Pangan Menurun
Dalam laporannya, Amran juga menyampaikan bahwa nilai ekspor komoditas pertanian meningkat hingga Rp166 triliun.
Pada saat yang sama, impor pangan, termasuk beras medium, mengalami penurunan sebesar Rp41 triliun.
Pemerintah terus melakukan penyederhanaan regulasi untuk mendukung pengembangan sektor pertanian nasional.
Pemerintah juga mempercepat penyaluran berbagai bantuan kepada petani guna meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan.
Acara puncak PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo dihadiri ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi pelaku utama sektor pertanian dan perikanan nasional sekaligus wadah penyampaian berbagai capaian sektor pangan.
- Penulis :
- Shila Glorya





