HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar Keempat Dunia, Amran Sebut Data Resmi dari FAO

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar Keempat Dunia, Amran Sebut Data Resmi dari FAO
Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberi sambutan pada acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (sumber: ANTARA/Faradila Alim)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia dengan produksi mencapai 38 juta ton, Rabu (24/6/2026), saat acara puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Kabupaten Gorontalo.

Amran menegaskan capaian tersebut berdasarkan data resmi FAO dan bukan klaim yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia.

Ia mengungkapkan, "FAO mengumumkan produksi kita tertinggi nomor empat dunia mencapai 38 juta ton. Itu diumumkan oleh FAO, bukan kita yang mengumumkan."

Capaian tersebut dinilai menunjukkan peningkatan produksi pangan nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.

Perubahan iklim dan ketidakpastian pangan global menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi sektor pangan dalam beberapa tahun terakhir.

Produksi Pangan Meningkat di Tengah Tantangan

Amran menyatakan peningkatan produksi beras menjadi salah satu indikator keberhasilan sektor pertanian nasional dalam menjaga ketersediaan pangan.

Menurut data FAO, Indonesia berhasil mencatatkan produksi beras sebesar 38 juta ton sehingga menempatkannya di posisi keempat dunia.

Peningkatan produksi tersebut terjadi meski sektor pertanian menghadapi tekanan akibat perubahan iklim dan dinamika pasokan pangan global.

Pemerintah Percepat Program Hilirisasi Pertanian

Pemerintah terus mendorong program hilirisasi berbagai komoditas pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian.

Komoditas yang menjadi fokus hilirisasi meliputi kakao, kelapa, dan tebu dengan total luasan program mencapai 870 ribu hektare.

Program tersebut didukung melalui penyediaan bibit bagi petani, pengolahan lahan pertanian, serta pelaksanaan penanaman untuk meningkatkan hasil produksi.

Selain meningkatkan produktivitas sektor pertanian, program hilirisasi juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Amran menyampaikan apresiasi kepada petani dan nelayan di seluruh Indonesia atas kontribusi mereka dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Acara puncak PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo dihadiri peserta dari 38 provinsi dan menjadi ajang pertemuan petani serta nelayan terbesar di Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick