HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri PU Sebut P3TGAI Jaga Keberlanjutan Sistem Subak dan Ketahanan Pangan di Bali

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri PU Sebut P3TGAI Jaga Keberlanjutan Sistem Subak dan Ketahanan Pangan di Bali
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Kegiatan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). ANTARA/HO-Kementerian PU.)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) menjaga keberlanjutan sistem subak di Bali sekaligus memperkuat layanan irigasi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Infrastruktur Irigasi Diperkuat di 78 Lokasi

Dody mengatakan penguatan infrastruktur irigasi menjadi fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

"Program IBM (infrastruktur berbasis masyarakat) memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal," ungkap Dody.

Kementerian PU mulai melaksanakan P3TGAI Tahun Anggaran 2026 di Bali dengan melibatkan masyarakat petani secara langsung dalam pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi.

Program tersebut dilaksanakan di 78 lokasi yang tersebar di enam kabupaten, yakni Gianyar, Bangli, Tabanan, Klungkung, Jembrana, dan Karangasem.

Pelaksanaan program ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Balai Wilayah Sungai Bali Penida dengan GP3A, P3A, dan subak penerima bantuan P3TGAI 2026.

Program Padat Karya Selaras dengan Sistem Subak

P3TGAI mencakup rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi kecil dengan luas layanan kurang dari 150 hektare, jaringan irigasi tersier, serta irigasi desa.

Dody menyebut pelaksanaan P3TGAI di Bali dirancang selaras dengan sistem subak sebagai kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan air pertanian.

Dukungan jaringan irigasi yang lebih andal dan efisien diharapkan memperkuat keberlanjutan subak serta meningkatkan kemampuan adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim.

Melalui program ini, Kementerian PU juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan dari tingkat desa.

Penulis :
Ahmad Yusuf