HOME  ⁄  Ekonomi

Prabowo Ungkap Australia Minta Beli Pupuk Indonesia, Tegaskan Ekspor Dilakukan Jika Petani Tidak Rugi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Prabowo Ungkap Australia Minta Beli Pupuk Indonesia, Tegaskan Ekspor Dilakukan Jika Petani Tidak Rugi
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyapa masyarakat saat menghadiri acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu 24/6/2026 (sumber: BPMI Setpres)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menghubunginya untuk menyampaikan terima kasih atas surplus pupuk yang dimiliki Indonesia sekaligus meminta kesediaan Indonesia menjual pupuk ke Australia, dan permintaan tersebut disetujui selama memberikan keuntungan bagi petani nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVII di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu siang.

Prabowo mengatakan Indonesia kini telah mulai mengekspor pupuk dan membantu memenuhi kebutuhan sejumlah negara.

Ia mengungkapkan, "Saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor. Kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia. Beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk dan mereka minta apakah boleh kita jual (pupuk, red.) ke mereka."

Australia Minta Pupuk dari Indonesia

Prabowo menyatakan dirinya langsung menyetujui permintaan Australia untuk membeli pupuk dari Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Saya bilang: Jual! Kirim ke mereka! Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita, silakan. Asal harganya bener, ya Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman, red.). Petani jangan rugi."

Menurut Prabowo, ekspor pupuk, beras, dan jagung dapat dilakukan selama harga yang diterima tetap menguntungkan petani Indonesia.

Ia menegaskan kepentingan petani harus tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan ekspor komoditas pangan.

Klaim Swasembada Pangan dan Apresiasi untuk Petani

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo kembali menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan, terutama untuk komoditas beras, dalam periode sekitar satu tahun lebih masa pemerintahannya.

Ia mengungkapkan, "Saya merasa bersyukur, kita swasembada pangan. Kita produksi pangan, beras, jagung, hampir semua komoditas pangan kita produksi, dan produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri, dan ini adalah akibat kerja keras saudara-saudara sekalian."

Prabowo menilai peningkatan produksi pangan nasional merupakan hasil kerja keras para petani dan nelayan di seluruh Indonesia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada puluhan ribu petani dan nelayan yang memenuhi GOR David-Tony di Gorontalo serta berbagai organisasi yang mendukung sektor pangan nasional.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Keterlibatan TNI dan Polri dalam Ketahanan Pangan

Prabowo menyoroti peran aparat keamanan dan militer dalam mendukung sektor pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Ia mengungkapkan, "Hanya di Indonesia, polisi ngurus pertanian. Hanya, mungkin di Indonesia, tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia, Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia, Angkatan Udara tanam tebu. Tetapi ini adalah strategis. Ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat. Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat."

Menurut Prabowo, keterlibatan berbagai institusi negara dalam sektor pangan merupakan langkah strategis untuk mendukung kebangkitan dan kemajuan Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya