HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas untuk Perkuat Pemanfaatan Gas Bumi Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas untuk Perkuat Pemanfaatan Gas Bumi Nasional
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan kilang gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) mini atau mini LNG plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis 25/6/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur, sebagai langkah mendorong pemanfaatan gas bumi untuk mendukung perekonomian nasional.

Bahlil Lahadalia mengatakan, “Hari ini kita resmikan pabrik SAG, PT SAG. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi dan menjaga bisnis ini dengan baik.”

Fasilitas Pengolahan Gas Mulai Beroperasi

Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas merupakan fasilitas pengolahan gas bumi yang menghasilkan berbagai produk energi, meliputi Liquefied Natural Gas (LNG), Compressed Natural Gas (CNG), LPG, kondensat, serta CO2 liquid yang masih dalam rencana pengembangan.

Proyek Mini LNG Plant mulai dibangun sejak 2015 dan memasuki fase commissioning atau operasi LNG pada 2026.

Bahlil Lahadalia mengatakan, “Saya melihat ini ada sebuah karya nyata dari sebuah perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita.”

Pasokan gas untuk fasilitas tersebut berasal dari Lapangan Sumber milik PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java dengan volume mencapai 15 MMSCF per hari yang direncanakan berlangsung hingga 2035.

Kapasitas Produksi dan Dukungan Rantai Pasok LNG

Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas memiliki kapasitas tangki LNG sebesar 1.600 meter kubik cryogenic storage.

Kapasitas produksi maksimal fasilitas tersebut setara dengan 55.300 ton LNG per tahun.

Selain LNG, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi LPG sebesar 9.800 ton per tahun.

Produksi gas kondensat mencapai 19.600 barel per tahun.

Kapasitas produksi CO2 liquid dirancang mencapai 21.000 ton per tahun.

Fasilitas tersebut juga mampu memproduksi Compressed Natural Gas (CNG) dengan kapasitas hingga 6 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd).

Output produksi dan infrastruktur penyimpanan dirancang untuk mendukung rantai pasok LNG berbasis transportasi darat.

Penulis :
Leon Weldrick