HOME  ⁄  Ekonomi

Penurunan Harga Minyak Brent Jadi Sentimen Utama Pergerakan Rupiah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Penurunan Harga Minyak Brent Jadi Sentimen Utama Pergerakan Rupiah
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/am..)

Pantau - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan penurunan harga minyak mentah Brent di bawah 73 dolar AS per barel menjadi salah satu sentimen utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah serta membantu meredakan kekhawatiran terhadap risiko defisit kembar (twin deficit) Indonesia.

Harga Minyak dan Obligasi Jadi Perhatian Pasar

Josua Pardede mengatakan penurunan harga minyak dipicu ekspektasi meningkatnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Ia mengungkapkan, “Penurunan harga minyak tersebut meredakan kekhawatiran terhadap risiko twin deficit Indonesia.”

Seiring melemahnya harga minyak global, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan sehingga membantu mengurangi tekanan terhadap kondisi fiskal.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor lima tahun turun menjadi 7,21 persen, tenor 10 tahun menjadi 7,18 persen, tenor 15 tahun menjadi 7,28 persen, dan tenor 20 tahun menjadi 7,26 persen.

Volume perdagangan SBN meningkat menjadi Rp24,91 triliun dari sebelumnya Rp17,33 triliun, sementara kepemilikan asing atas SBN bertambah Rp160 miliar menjadi Rp875 triliun per 24 Juni 2026.

Inflasi AS dan Rupiah Masih Jadi Sorotan

Dari sisi global, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat pada Mei 2026 menunjukkan inflasi bulanan yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Josua menilai kondisi tersebut mengindikasikan tekanan inflasi jangka pendek mulai mereda meski inflasi tahunan masih meningkat.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal I 2026 direvisi naik menjadi 2,1 persen secara kuartalan, yang menunjukkan ketahanan ekonomi negara tersebut masih kuat.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, Josua memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.025 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini.

Penulis :
Ahmad Yusuf