HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Nilai Penurunan Harga BBM Non-Subsidi Dapat Ringankan Beban Masyarakat dan Dongkrak Daya Beli

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonom Nilai Penurunan Harga BBM Non-Subsidi Dapat Ringankan Beban Masyarakat dan Dongkrak Daya Beli
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan di salah satu SPBU. ANTARA FOTO/Andri Saputra/Spt/am..)

Pantau - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan membantu perekonomian masyarakat, terutama kelompok kelas menengah, seiring turunnya harga minyak mentah dunia.

Harga Minyak Dunia Dinilai Sudah Mendukung Penurunan BBM

Faisal mengatakan harga minyak mentah dunia yang kini berada di kisaran 70 dolar AS per barel menjadi dasar kuat untuk menurunkan harga BBM non-subsidi.

"Jadi semestinya kalau harga minyak mentah dunia sekarang sekitar 70-an dolar AS per barel, bahkan minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) itu sudah 68 dolar per barel, mestinya (harga BBM non-subsidi) turun, dan ini juga akan membantu permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat konsumen di Indonesia terutama kaitannya dengan penurunan kelas menengah misalnya," ungkapnya.

Menurut Faisal, harga BBM non-subsidi bersifat floating sehingga mengikuti pergerakan harga minyak mentah internasional, berbeda dengan BBM bersubsidi yang bergantung pada kebijakan pemerintah.

"Menurut saya jangan berlama-lama, jadi semestinya juga dalam waktu dekat (harga BBM non-subsidi) itu sudah bisa diturunkan semestinya, karena pada dasarnya dia floating, jadi harus diturunkan, apalagi kalau kemudian nanti stabil artinya stabil terus di kisaran 70 dolar AS per barel maka sudah waktunya untuk diturunkan," ujarnya.

Pertamina Siapkan Pembahasan Penyesuaian Harga

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meminta jajaran direksi mempersiapkan penurunan harga BBM non-subsidi secara bertahap mulai awal Juli 2026 seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia.

Saat ini, harga minyak mentah WTI berada di level 71,533 dolar AS per barel, sedangkan Brent diperdagangkan pada level 74,835 dolar AS per barel.

Iriawan menyatakan Pertamina akan berdiskusi lebih lanjut dengan direksi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait potensi penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Meski demikian, ia menegaskan penyesuaian harga harus melalui prosedur evaluasi berkala agar konsumen tidak terdampak fluktuasi harga minyak dunia yang terjadi setiap hari.

Penulis :
Ahmad Yusuf