HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Nagan Raya Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah untuk Mendorong Generasi Muda Berinvestasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemkab Nagan Raya Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah untuk Mendorong Generasi Muda Berinvestasi
Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Sekdakab Nagan Raya, Aceh, Hizbulwatan. (sumber: Humas Pemkab Nagan Raya)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh memperkuat literasi pasar modal syariah sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda dalam berinvestasi saham sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui edukasi investasi yang bijak dan bertanggung jawab.

Hizbulwatan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya mengatakan, “Kami berharap melalui literasi pasar modal syariah, dapat diwujudkan kemandirian ekonomi masyarakat khususnya di kalangan generasi muda.”

Kegiatan literasi pasar modal syariah tersebut menghadirkan sejumlah pakar dan pejabat dari sektor jasa keuangan dan pasar modal sebagai narasumber.

Kurnia Lestari dari bidang Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Safira Salsabila dari bidang Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK turut menyampaikan materi kepada peserta.

Materi lainnya disampaikan oleh Aulia Firdaus selaku Deputi Kepala Wilayah KP Bursa Efek Indonesia (BEI) Aceh.

Dimas Hermawan dari KISI Sekuritas Aceh juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Literasi Investasi untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi

Hizbulwatan menyampaikan bahwa literasi pasar modal merupakan langkah positif dalam meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan literasi tersebut bertujuan agar generasi muda lebih memahami dunia investasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Ia mengungkapkan, “Kita menyadari bahwa perkembangan ekonomi saat ini menuntut masyarakat untuk semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan mencari peluang yang produktif.”

Hizbulwatan menjelaskan bahwa investasi tidak hanya berkaitan dengan keuntungan finansial.

Ia menyebut investasi juga berperan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurutnya, investasi mampu menciptakan peluang usaha baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hizbulwatan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah.

Ia menyatakan pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari dunia usaha, investor, akademisi, serta masyarakat.

Ia mengatakan, “Dalam konteks pembangunan daerah, investasi memiliki peran yang sangat strategis dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengembangkan sektor usaha, serta memperkuat daya saing daerah.”

Potensi Daerah dan Peningkatan Inklusi Keuangan

Hizbulwatan menyebutkan Kabupaten Nagan Raya memiliki berbagai potensi ekonomi yang besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, energi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menegaskan, “Potensi tersebut harus terus kita dorong agar mampu menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”

Founder Bosku Saham Nagan Raya, Tarmizi Idris, mengatakan kegiatan perkuatan literasi pasar modal syariah merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi syariah yang tersedia di pasar modal Indonesia.

Tarmizi Idris berharap semakin banyak masyarakat Nagan Raya memahami pentingnya pengelolaan keuangan serta investasi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga maupun masyarakat.

Ia mengatakan, “Semoga masyarakat semakin memahami bahwa investasi yang dilakukan secara bijak dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun kemandirian ekonomi.”

Penulis :
Leon Weldrick