
Pantau - Desa binaan Direktorat Jenderal Imigrasi Provinsi Papua Barat di Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, melakukan panen padi perdana di lahan seluas satu hektare pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Panen dilakukan di lahan yang dikembangkan bersama kelompok tani setempat sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Papua Barat, Asrul, mengatakan hasil panen perdana tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 5 ton gabah kering.
Asrul menyebut hasil tersebut menjadi capaian awal program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lahan pertanian di desa binaan Imigrasi.
"Panen perdana ini bukan hanya tentang hasil pertanian, tapi Imigrasi hadir memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Total lahan yang dikelola kelompok binaan seluas enam hektare," ujarnya.
Dari total enam hektare lahan yang dikelola kelompok binaan, satu hektare telah memasuki tahap panen perdana.
Desa Binaan Dorong Ekonomi dan Edukasi Keimigrasian
Program Desa Binaan Imigrasi tidak hanya difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan seperti pengelolaan lahan pertanian.
Program tersebut juga menjadi sarana bagi Ditjen Imigrasi untuk mendekatkan pelayanan, edukasi hukum, serta pemahaman mengenai ketentuan administrasi keimigrasian kepada masyarakat.
Pelaksanaan Desa Binaan Imigrasi sejalan dengan tujuan Program Imigrasi untuk Masyarakat atau PIMPASA.
PIMPASA antara lain bertujuan melindungi masyarakat dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM).
"Supaya masyarakat dapat pemahaman tentang keimigrasian, sekaligus terlindungi dari ancaman TPPO dan TPPM," jelas Asrul.
Melalui PIMPASA, jajaran Ditjen Imigrasi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur yang benar untuk melakukan perjalanan atau keberangkatan ke luar negeri.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan dokumen perjalanan yang sah.
Edukasi turut mencakup bahaya perekrutan serta keberangkatan ke luar negeri secara nonprosedural yang dapat menempatkan masyarakat dalam situasi berisiko.
Imigrasi Bangun Komunikasi Langsung dengan Masyarakat
Desa binaan menjadi ruang bagi Ditjen Imigrasi untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memberikan pendampingan.
Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, tetapi juga melalui program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, salah satunya pengembangan pertanian.
"Kalau masyarakat sudah memahami prosedur dan hukum keimigrasian, maka mampu mengambil keputusan yang tepat saat mendapat tawaran bekerja atau bepergian ke luar negeri," katanya.
Panen padi perdana tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Papua Barat I Putu Murdiana, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari, anggota DPRK Manokwari, kepala distrik, serta perangkat kampung.
- Penulis :
- Leon Weldrick



