HOME  ⁄  Ekonomi

BPS Sebut Sektor Ekonomi Kreatif Didominasi Pekerja Perempuan dan Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPS Sebut Sektor Ekonomi Kreatif Didominasi Pekerja Perempuan dan Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja
Foto: (Sumber :Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam acara konferensi pers Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6/2026) (ANTARA/Fitra Ashari).)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang banyak menyerap tenaga kerja perempuan dengan proporsi sekitar 58 persen, sekaligus mencatat penyerapan tenaga kerja mencapai 27,4 juta orang hingga 2025.

Perempuan Mendominasi Tenaga Kerja Sektor Ekraf

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sektor ekonomi kreatif tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap penciptaan lapangan kerja yang inklusif.

Ia mengungkapkan, “Satu keunggulan dari sektor ekonomi kreatif ini adalah dia tumbuh cepat tetapi inklusif jadi tidak hanya tumbuh tetapi juga memberikan spillover effect (efek limpahan) terhadap penyerapan lapangan pekerjaan yang besar dan juga dirasakan oleh banyak orang.”

Menurut BPS, hingga 2025 sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau sekitar 18,7 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

Amalia menjelaskan sekitar 58,4 persen pekerja di sektor ekonomi kreatif merupakan perempuan, sedangkan sekitar 41 persen merupakan laki-laki.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendukung pemberdayaan perempuan sekaligus membantu mengurangi kemiskinan.

Kuliner, Fashion, dan Kriya Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Amalia mengatakan sebaran tenaga kerja ekonomi kreatif masih didominasi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan kontribusi mencapai 57,81 persen dari total tenaga kerja sektor tersebut.

Sebanyak 70 hingga 75 persen pekerja ekonomi kreatif berada di wilayah perkotaan, sedangkan sekitar 25 persen berada di pedesaan.

Menurut subsektornya, tenaga kerja terbesar berada pada sektor kuliner, fashion, dan kriya yang juga menjadi tiga penyumbang utama nilai ekspor barang ekonomi kreatif sebesar 2,61 miliar dolar AS pada pertengahan 2026.

Ia mengatakan, “Yang menarik adalah 36,63 persen orang yang bekerja di sektor ekraf adalah generasi milenial, dan 27,94 persen adalah generasi X, dan juga generasi Z 26,40 persen.”

Amalia menambahkan sektor ekonomi kreatif mencatat pertumbuhan rata-rata 6,86 persen hingga 2025 atau sekitar 1,7 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mengungkapkan, “Kualitas data akan sangat menentukan kualitas kebijakan dan efektivitas program pembangunan ekonomi kreatif di depan, sebagai landasan komprehensif dalam penyusunan kebijakan yang adaptif dan berdampak.”

Penulis :
Aditya Yohan