HOME  ⁄  Ekonomi

Airlangga Hartarto Menilai Ekspansi Dunia Usaha Masih Berlanjut, Investasi Triwulan I 2026 Lampaui Target Pemerintah

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Airlangga Hartarto Menilai Ekspansi Dunia Usaha Masih Berlanjut, Investasi Triwulan I 2026 Lampaui Target Pemerintah
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (sumber: Kemenko Perekonomian)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai berbagai sektor usaha di Indonesia masih terus melakukan ekspansi yang didukung realisasi investasi pada triwulan I 2026 sebesar Rp498,79 triliun, melampaui target pemerintah dengan pertumbuhan 7,22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) serta menyerap 706.569 tenaga kerja atau meningkat 18,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspansi Dunia Usaha Dinilai Masih Berlangsung

Airlangga menyampaikan bahwa pelaku usaha secara alami akan meningkatkan kapasitas produksi ketika melihat peluang untuk meningkatkan penjualan.

"Saya percaya para pengusaha kalau ada kesempatan untuk meningkatkan produksi, secara natural mereka akan meningkatkan produksi, terutama para pengusaha kan ingin me-leverage, sehingga tentu penjualan yang lebih tinggi itu yang selalu diharapkan oleh para pengusaha," ungkap Airlangga.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang mendorong sebagian pelaku usaha bersikap lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi.

Meski demikian, Airlangga menilai indikator investasi masih menunjukkan tren positif dan tingginya tingkat keterisian sejumlah kawasan industri menjadi bukti aktivitas ekspansi dunia usaha masih terus berlangsung.

KEK Gresik dan Kawasan Industri Jadi Contoh Ekspansi

Airlangga mencontohkan sejumlah kawasan ekonomi dan kawasan industri yang masih menunjukkan tren ekspansi, salah satunya melalui rencana perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di Jawa Timur.

Perluasan KEK Gresik dilakukan untuk mengakomodasi tingginya minat investasi sekaligus mendukung pengembangan ekosistem industri dan pelabuhan yang terintegrasi.

KEK Gresik ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021 dan sejak saat itu berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

Hingga triwulan I 2026, KEK Gresik mencatat investasi kumulatif sebesar Rp113,4 triliun dengan investasi setelah penetapan sebagai KEK mencapai Rp108,2 triliun atau meningkat lebih dari 1.900 persen dibandingkan sebelum kawasan tersebut berstatus KEK.

Dari sisi ketenagakerjaan, KEK Gresik telah menyerap 45.860 tenaga kerja, dengan lebih dari 44 ribu orang terserap setelah kawasan tersebut resmi ditetapkan sebagai KEK.

Airlangga juga menyebut tingkat keterisian KEK Kendal dan KEK Batang telah mendekati kapasitas maksimal.

"Dan juga saya melihat minat dari sektor data center misalnya, itu ada demand tambahan sebesar 1,32 GW atau 1,2 GW yang sedang siap untuk masuk ke Indonesia," ujar Airlangga.

Penulis :
Arian Mesa