
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan PT Pupuk Indonesia sedang melakukan due diligence atau uji tuntas untuk ikut menanam saham pada tambang potas di Belarus guna menjamin pasokan bahan baku produksi pupuk NPK di dalam negeri.
Menurut Airlangga, uji tuntas tersebut dilakukan untuk memastikan kepemilikan saham pada tambang potas sebagai bagian dari langkah strategis Indonesia dalam mengamankan pasokan bahan baku.
Ia mengungkapkan, "PT Pupuk sedang melakukan due diligence untuk bicara mengenai ikut saham di dalam pengembangan tambang (Potas di Belarus)."
Kepemilikan Saham Dinilai Strategis
Airlangga menilai keikutsertaan Indonesia dalam kepemilikan saham tambang potas di Belarus menjadi langkah strategis karena Indonesia tidak memiliki sumber tambang potas sendiri.
Ia mengungkapkan, "Kami juga bekerja sama secara strategis, Indonesia tidak punya potas. Untuk itu kami melakukan peningkatan kepemilikan saham di dalam tambang."
Menurut Airlangga, apabila Indonesia tidak memiliki saham pada tambang potas, maka pasokan impor berpotensi terganggu apabila terjadi disrupsi sehingga kepemilikan saham dapat membantu mengurangi risiko gangguan tersebut.
Ia mengungkapkan, "Peningkatan dari kepemilikan saham di dalam tambang (penting). Karena kalau tanpa kepemilikan seperti sekarang, kalau ada disrupsi, impornya juga bisa terdisrupsi."
Airlangga mengatakan peningkatan kepemilikan saham menjadi penting untuk menjaga keamanan pangan nasional.
Perdagangan Indonesia-Belarus Terus Meningkat
Sebelumnya, Airlangga menyampaikan nilai perdagangan Indonesia dengan Belarus mencapai sekitar 220 juta dolar AS dan mengalami peningkatan sejak penandatanganan kerja sama dengan Uni Ekonomi Eurasia.
Airlangga berharap perjanjian EAEU segera diratifikasi agar kerja sama ekonomi kedua negara semakin kuat.
Ia mengungkapkan, "Kita berharap penandatangan EAEU ini segera diratifikasi. Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini."
Airlangga juga berharap nilai investasi dan kerja sama Indonesia-Belarus dapat meningkat hingga 500 juta dolar AS serta semakin banyak produk Indonesia dipasarkan di Belarus.
Ia mengungkapkan, “Kita berharap dalam waktu dekat bisa mencapai sampai dengan 500 juta dolar AS.”
- Penulis :
- Shila Glorya





