
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi bulanan Jakarta pada Juni 2026 sebesar 0,41 persen, dengan kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi melalui kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara, sebagaimana disampaikan pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 16.30 WIB.
Kelompok Transportasi Dominasi Inflasi
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan, "Penyumbang utama inflasi bulan Juni 2026 secara bulanan adalah kelompok transportasi, memberikan andil inflasi 0,34 persen dan komoditas utama yang menyumbang inflasi pada kelompok ini adalah bensin dan angkutan udara."
Kelompok transportasi mencatat tingkat inflasi sebesar 2,54 persen pada Juni 2026 dan memberikan andil sebesar 0,34 persen terhadap inflasi Kota Jakarta.
Bensin memberikan andil sebesar 0,29 persen terhadap inflasi bulanan Jakarta pada Juni 2026.
Kadarmanto mengungkapkan, "Bensin ini termasuk Pertamax. Pemerintah kemarin menaikkan harga Pertamax. Itu yang menyebabkan inflasi untuk bensin cukup dominan, memberikan andil sebesar 0,29 persen."
Tarif angkutan udara turut menyumbang inflasi sebesar 0,05 persen.
Menurut Kadarmanto, tarif angkutan udara dalam empat tahun terakhir kerap mengalami kenaikan, terutama pada periode hari besar keagamaan dan masa liburan.
Komoditas Lain Turut Menyumbang Inflasi
Selain bensin dan tarif angkutan udara, komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi bulanan Juni 2026 adalah telepon seluler dengan andil 0,02 persen.
Wortel memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen.
Cabai merah juga memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen.
Kadarmanto mengatakan inflasi bulanan Jakarta pada Juni 2026 tidak berbeda jauh dibandingkan Mei 2026.
Inflasi bulanan Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,12 persen.
Inflasi pada Mei 2026 juga didominasi oleh kelompok transportasi.
- Penulis :
- Shila Glorya





