
Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis melemah 43 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.952 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen negatif dari dalam negeri yang menekan kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia.
Ibrahim Assuaibi mengatakan, "Kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia dinilai menghadapi ujian cukup berat setelah munculnya sejumlah sentimen negatif memasuki kuartal II, mulai dari kasus korupsi tingkat tinggi, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah setelah neraca perdagangan Indonesia bulan Mei defisit, Inflasi melonjak hingga penundaan pengumuman tentang pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International)."
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke level Rp17.994 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.961 per dolar AS.
Tekanan Data Ekonomi dan Sektor Manufaktur
Data S&P Global mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia berada di level 46,9 pada Juni 2026, yang menunjukkan penurunan terdalam dalam satu tahun terakhir dan mencerminkan pelemahan kondisi operasional sektor manufaktur.
S&P Global menyebut penurunan dipicu melemahnya permintaan barang manufaktur, dengan pesanan baru turun untuk pertama kali dalam tiga bulan dan mencatat laju penurunan tercepat dalam setahun.
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperkirakan cadangan devisa Indonesia pada 2026 hanya mampu membiayai sekitar 4,9 bulan kebutuhan pembayaran eksternal berjalan, sedikit di bawah median negara berperingkat BBB yang berada di level 5 bulan.
Menurut Fitch, tekanan tersebut dipengaruhi memburuknya terms of trade akibat kenaikan harga energi global, intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing, serta pembayaran utang luar negeri.
Sentimen Global Tambah Tekanan Pasar
Sentimen eksternal juga datang dari perhatian pasar terhadap rilis data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang diperkirakan menambah sekitar 110 ribu pekerja dengan tingkat pengangguran stabil di 4,3 persen.
Kombinasi faktor domestik dan global tersebut membuat rupiah berada dalam tekanan di pasar valuta asing pada perdagangan Kamis.
- Penulis :
- Shila Glorya





