HOME  ⁄  Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa Menegaskan APBN 2025 Dikelola Efisien dan Akuntabel di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Purbaya Yudhi Sadewa Menegaskan APBN 2025 Dikelola Efisien dan Akuntabel di Tengah Tantangan Ekonomi Global
Foto: (Sumber :Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Farhan/Karisma.)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dikelola secara efisien, efektif, dan akuntabel di tengah ketidakpastian ekonomi global saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Purbaya menjelaskan APBN 2025 memiliki nilai strategis karena menjadi APBN transisi yang disusun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengungkapkan, “APBN 2025 memiliki nilai yang sangat strategis. Pertama, ini merupakan APBN transisi yang disusun oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan dilaksanakan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kedua, disusun untuk menjaga keberlanjutan, penguatan, dan akselerasi program-program pembangunan tetap berjalan optimal. Dan ketiga, tetap dikelola secara sehat, kredibel, dan berkelanjutan guna mendukung agenda pembangunan jangka menengah dan panjang.”

Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga

Pemerintah menyampaikan perekonomian nasional tetap terjaga meski menghadapi fragmentasi perdagangan dan meningkatnya tensi geopolitik global.

Pada 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara year on year, didukung konsumsi rumah tangga sebesar 4,98 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen, sementara inflasi tercatat 2,92 persen dan berada dalam rentang sasaran pemerintah.

Purbaya menegaskan capaian tersebut didukung efektivitas bauran kebijakan fiskal dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta otoritas moneter.

Ia mengatakan, “Kuatnya ekonomi domestik tersebut tidak lepas dari optimalnya peran APBN sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan fiskal 2025 yang ditempuh secara ekspansif dengan tetap menjaga defisit dalam batas aman.”

Defisit Tetap Aman dan Stimulus Ekonomi Digelontorkan

Dari sisi fiskal, pemerintah mencatat realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.765,13 triliun dan belanja negara sebesar Rp3.435,46 triliun sehingga defisit APBN 2025 tercatat Rp670,34 triliun atau 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pemerintah juga menyalurkan paket stimulus ekonomi secara bertahap sepanjang 2025 dengan total Rp110,7 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, memperkuat sektor riil, mendukung UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, hingga pemberian diskon tiket pada masa liburan.

Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025 dan angka kemiskinan menurun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara dengan menindaklanjuti seluruh rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ia mengungkapkan, “Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan negara dan secara konsisten menindaklanjuti seluruh temuan dan rekomendasi BPK, termasuk yang tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas LKPP tahun-tahun sebelumnya.”

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf