HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Perluas Akses KPR Subsidi FLPP bagi Mitra Ojek Daring untuk Miliki Rumah Pertama

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Perluas Akses KPR Subsidi FLPP bagi Mitra Ojek Daring untuk Miliki Rumah Pertama
Foto: (Sumber :Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan BP Tapera Sid Herdi Kusuma (kedua kanan) saat menunjukan berkas Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta, Jumat (3/6/2026). ANTARA/Khaerul Izan

Pantau - Pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk mitra ojek daring, melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dijalankan BP Tapera bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

BP Tapera Buka Akses KPR Subsidi bagi Mitra Pengemudi

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, “Ini merupakan langkah nyata untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi pekerja informal agar dapat memiliki rumah pertama.”

Melalui kerja sama tersebut, BP Tapera akan memperluas akses mitra pengemudi terhadap program KPR Sejahtera FLPP melalui penguatan sosialisasi dan edukasi mengenai pembiayaan rumah bersubsidi.

Berbagai inisiatif akan dilakukan, mulai dari penyampaian informasi melalui aplikasi mitra, kegiatan sosialisasi bersama, pertukaran informasi, publikasi, hingga kampanye edukasi.

Sid mengatakan, “Agar semakin banyak mitra driver memiliki kesempatan untuk memiliki rumah pertama yang layak, berkualitas, dan terjangkau.”

Penerima Tetap Melalui Proses Verifikasi

Sid menegaskan BP Tapera tetap akan melakukan verifikasi dan penilaian kelayakan terhadap setiap calon penerima manfaat agar bantuan pembiayaan tepat sasaran.

Ia mengungkapkan, “BP Tapera akan melakukan verifikasi dan pengecekan data terhadap pengemudi yang mendaftar. Hasil verifikasi tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan calon penerima manfaat untuk mengikuti proses pembiayaan perumahan.”

Proses verifikasi dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, di antaranya berusia 21 hingga 45 tahun, tingkat kinerja penyelesaian perjalanan, waktu aktif atau jam online dalam satu bulan, memenuhi syarat sebagai masyarakat berpenghasilan rendah, serta belum pernah memiliki rumah.

Sid juga menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi penerima manfaat.

Ia mengatakan, “Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik kepada pengemudi maupun anggota keluarganya. Mereka perlu memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak, mengurangi pengeluaran yang tidak produktif, serta menjaga kualitas kredit agar tetap memenuhi persyaratan pembiayaan perumahan.”

Penulis :
Ahmad Yusuf