
Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta menyatakan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 menjadi wujud kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekonomi Jakarta, khususnya melalui pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
JKF Targetkan Transaksi Rp40 Miliar
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar ajang pameran, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menggerakkan sektor riil di ibu kota.
“Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar festival, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menggerakkan sektor riil di wilayah DKI Jakarta,” kata Iwan.
Sebanyak 67 lembaga dan instansi berkolaborasi dalam penyelenggaraan JKF 2026 guna memperluas akses pasar, pembiayaan, dan promosi bagi pelaku ekonomi kreatif serta UMKM di Jakarta.
“Melalui berbagai aktivasi kegiatan dan layanan, termasuk business matching, QRIS Jelajah Indonesia, dan edukasi kebanksentralan, transaksi selama penyelenggaraan JKF 2026 ditargetkan mencapai Rp40 miliar,” ujarnya.
JKF 2026 digelar di Istora Senayan pada 4–5 Juli 2026 dengan mengusung tema A Creative Movement for A Sustainable Global City.
Festival tersebut menghadirkan 377 tenant yang terdiri atas 290 tenant UMKM sektor kuliner, fesyen, dan kriya, serta 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas.
Pramono Sebut Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta terus berkembang melalui ide, inovasi, dan sinergi seluruh elemen masyarakat menjelang usia ke-499 tahun.
Menurut Pramono, ekonomi kreatif menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru atau new engine of growth bagi Jakarta.
“Kolaborasi ini semakin memperkuat langkah Jakarta untuk menuju kota global yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” tutur Pramono.
Ia mengapresiasi konsistensi Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta dalam menyelenggarakan JKF sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





