HOME  ⁄  Geopolitik

Ekonom Mendorong Percepatan IEU-CEPA untuk Memperkuat Kinerja Ekspor Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekonom Mendorong Percepatan IEU-CEPA untuk Memperkuat Kinerja Ekspor Indonesia
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Deretan bendera Uni Eropa di kantor pusat Komisi Eropa di Brussel, Belgia. ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa..)

Pantau - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mendorong pemerintah mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) guna memperkuat kinerja ekspor nasional.

Yusuf menilai pemerintah perlu mengedepankan langkah strategis jangka panjang dan tidak hanya berfokus pada kebijakan jangka pendek untuk menjaga daya saing ekspor Indonesia.

Diversifikasi Pasar Ekspor Perlu Dipercepat

Yusuf mengungkapkan, "Prioritas pertama adalah mempercepat diversifikasi pasar ekspor, terutama ke Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, sambil mempercepat penyelesaian perjanjian dagang seperti IEU-CEPA dan memaksimalkan pemanfaatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)."

IEU-CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa yang bertujuan memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan barang dan jasa, serta mendorong investasi kedua pihak.

Yusuf juga menilai pemerintah perlu memperluas program hilirisasi ke komoditas lain seperti bauksit, tembaga, dan produk pertanian bernilai tambah.

Menurut dia, pengalaman industri nikel menunjukkan hilirisasi dapat meningkatkan daya tahan ekspor Indonesia di tengah gejolak ekonomi global.

Efisiensi Logistik dan Dukungan Fiskal Diperlukan

Yusuf mendorong peningkatan efisiensi logistik dan pelabuhan agar biaya ekspor lebih kompetitif, terutama bagi industri manufaktur padat karya yang bersaing dengan negara seperti Vietnam.

Dukungan fiskal melalui percepatan restitusi pajak dan pembiayaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dinilai perlu difokuskan kepada sektor terdampak kebijakan tarif, terutama industri tekstil dan alas kaki.

Yusuf mengungkapkan, "Tujuannya agar tekanan terhadap lapangan kerja dapat ditekan."

Indonesia dan Uni Eropa telah menyelesaikan substansi perundingan IEU-CEPA pada 2025 dan menargetkan ratifikasi dipercepat pada semester II 2026 agar implementasi dapat dimulai pada awal 2027.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proses IEU-CEPA memasuki tahapan penting setelah Komisi Eropa mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan IEU-CEPA beserta Investment Protection Agreement kepada Dewan Uni Eropa.

Penulis :
Aditya Yohan