
Pantau - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam memperluas layanan legalitas usaha melalui pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pendampingan usaha kepada 200 pelaku usaha mikro di wilayah pesisir.
Program Jangkau Empat Pulau Penyangga
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim mengatakan layanan diberikan melalui program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Goes to Pesisir yang telah dilaksanakan di Pulau Terong dan Pulau Kasu, setelah sebelumnya menjangkau Pulau Lengkang dan Pulau Pemping.
“Melalui program PLUT Goes to Pesisir, kami membina 50 pelaku usaha di setiap pulau. Di Pulau Terong ada 50 pelaku usaha dan di Pulau Kasu juga 50 pelaku usaha,” ungkap Salim.
Ia menjelaskan jumlah pelaku usaha mikro yang telah mendapatkan layanan selama periode Mei hingga Juni 2026 mencapai sekitar 200 orang.
“Seluruh pelaku usaha yang didata pada periode Mei-Juni ini adalah usaha mikro. Layanan yang diberikan meliputi konsultasi usaha dan pendataan pelaku usaha,” katanya.
Kendala Jaringan dan Pembiayaan Usaha
Salim mengatakan pelaksanaan program di wilayah kepulauan masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan akses internet karena seluruh proses pengurusan dilakukan secara daring.
“Karena menggunakan sistem daring, kadang ada kendala dengan ketersediaan sinyal di pulau-pulau. Ini sempat menghambat kelancaran kegiatan,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim PLUT menyiapkan modem tambahan sekaligus memberikan edukasi kewirausahaan selama menunggu proses layanan.
Selain pendampingan legalitas usaha, Diskum Batam juga mulai menyosialisasikan program pembiayaan usaha mikro melalui kerja sama dengan BRK Syariah berupa subsidi bunga dan margin pembiayaan untuk pinjaman hingga Rp20 juta, serta menggandeng Bank BTN.
“Sedang kami sosialisasikan untuk program pembiayaan usaha mikro yang baru,” tuturnya.
Salim menegaskan pemerintah berupaya memastikan pelaku UMKM di wilayah pesisir memperoleh akses layanan yang setara dengan pelaku usaha di kawasan perkotaan.
“Melalui program seperti ini, kita ingin UMKM di pulau-pulau penyangga bisa naik kelas, lebih mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





