
Pantau - Swasembada pangan berkelanjutan dinilai memerlukan kolaborasi lintas sektor agar Indonesia mampu menjamin ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika ekonomi global, serta perubahan pola konsumsi.
Ketahanan pangan menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat, sehingga swasembada pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi beras maupun komoditas pertanian lainnya, tetapi juga pada pembangunan sistem pangan nasional yang berkelanjutan.
Gagasan tersebut kembali mengemuka dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di kawasan Gelanggang Olahraga David-Toni, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan dibuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
PENAS Jadi Wadah Kolaborasi Sektor Pangan
Forum tiga tahunan tersebut mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pangan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan gagasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal menegaskan peran Bulog dalam mendukung swasembada pangan melalui penguatan sektor hulu maupun hilir.
Ia mengungkapkan, "Dukungan itu tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan di hilir, tetapi juga melalui penguatan peran di hulu dengan menyerap hasil panen petani sesuai ketentuan pemerintah."
Bulog Perkuat Dukungan bagi Petani
Penyerapan hasil panen sesuai ketentuan pemerintah dinilai memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Keberhasilan swasembada pangan juga dinilai tidak dapat bergantung pada satu institusi atau satu program pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Perubahan iklim, dinamika ekonomi global, perubahan pola konsumsi, dan regenerasi petani menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





