HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Group Membukukan Laba Rp2,28 Triliun pada 2025, Efisiensi Operasional Dongkrak Kinerja Keuangan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KAI Group Membukukan Laba Rp2,28 Triliun pada 2025, Efisiensi Operasional Dongkrak Kinerja Keuangan
Foto: ilustrasi - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kinerja keuangan konsolidasian yang positif sepanjang Tahun Buku 2025

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kinerja keuangan konsolidasian yang positif sepanjang Tahun Buku 2025 dengan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun atau meningkat 2,77 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 sebesar Rp2,22 triliun, sebagaimana disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025.

Kinerja Keuangan dan Efisiensi Operasional

Pendapatan konsolidasian KAI Group pada 2025 tercatat sebesar Rp35,76 triliun atau relatif stabil dibandingkan Rp36,11 triliun pada 2024.

Laba usaha meningkat 10,35 persen dari Rp7,60 triliun pada 2024 menjadi Rp8,39 triliun pada 2025.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan, "Kesehatan keuangan perusahaan berkaitan langsung dengan kemampuan KAI menjaga kualitas layanan kepada masyarakat."

Anne menjelaskan peningkatan laba usaha menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola operasional secara lebih efisien.

Beban pokok pendapatan turun dari Rp23,27 triliun pada 2024 menjadi Rp23,02 triliun pada 2025.

Beban usaha juga menurun dari Rp5,23 triliun menjadi Rp4,35 triliun.

Berkat efisiensi tersebut, laba sebelum pajak KAI Group meningkat 12,20 persen menjadi Rp3,71 triliun.

Anne menyatakan efisiensi perusahaan diarahkan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh pelanggan.

Pengelolaan biaya yang lebih baik mendukung ketepatan waktu perjalanan, kenyamanan di stasiun dan selama perjalanan, kesiapan sarana perkeretaapian, serta perawatan fasilitas pendukung layanan.

Layanan dan Penguatan Posisi Keuangan

Sepanjang 2025, KAI Group melayani sebanyak 503.549.740 pelanggan dan mengangkut 69.791.691 ton barang.

Layanan KAI mencakup mobilitas harian masyarakat di kawasan perkotaan, perjalanan antarkota, serta distribusi logistik yang mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Anne mengatakan kondisi keuangan yang sehat memberikan ruang bagi KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, merawat sarana perkeretaapian, memastikan kesiapan operasional, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Menurut Anne, kondisi tersebut membuat layanan kereta api tetap dapat diandalkan masyarakat untuk bekerja, bersekolah, berusaha, berwisata, dan bertemu keluarga.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp7,15 triliun atau meningkat 36,43 persen dibandingkan Rp5,24 triliun pada 2024.

Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp28,59 triliun atau tumbuh 12,68 persen dibandingkan Rp25,37 triliun pada tahun sebelumnya.

Kas dan setara kas pada akhir 2025 meningkat 37,22 persen menjadi Rp6,76 triliun.

Anne mengungkapkan, "Arus kas operasi yang kuat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan layanan perkeretaapian."

Menurut Anne, operasional perkeretaapian memerlukan biaya besar dan berkelanjutan untuk perawatan lokomotif, kereta dan gerbong, pemeliharaan fasilitas stasiun, pengembangan sistem pelayanan, serta dukungan operasional di berbagai daerah.

Total aset KAI Group mencapai Rp105,43 triliun atau meningkat 8,58 persen dibandingkan Rp97,10 triliun pada 2024.

Nilai ekuitas meningkat 11,23 persen menjadi Rp39,29 triliun.

Aset tetap meningkat 26,84 persen menjadi Rp37,30 triliun.

Peningkatan aset tetap memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjaga kesiapan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung layanan.

Anne menegaskan KAI memandang kinerja keuangan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga layanan publik berbasis rel.

Anne menyatakan semakin sehat kondisi keuangan perusahaan, semakin kuat kemampuan KAI memberikan layanan yang konsisten, aman, dan berkelanjutan.

Anne menegaskan seluruh pencapaian keuangan perusahaan harus bermuara pada peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

KAI menargetkan setiap penguatan perusahaan mampu menghadirkan layanan kereta api yang aman, nyaman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya